33 Siswa Lulusan SMP di Bateng Terancam Tak Lanjut SMA

33 Siswa Lulusan SMP di Bateng Terancam Tak Lanjut SMA

Algafry Rahman -Sindi/yandi-

BABELPOS.ID, KOBA - Terkendala daya tampung sekolah, sebanyak 33 siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Pasalnya, baik SMA maupun SMK Negeri yang ada di Kota Koba sudah penuh daya tampungnya, sehingga tidak bisa menerima siswa baru.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman pada Jumat, (14/7/2023) di Koba.

BACA JUGA:Hari Pertama Daftar Ulang Peserta Didik SMPN 1 Koba Berjalan Lancar, Terima 262 Siswa

Dikatakan Algafry, hal itu lantaran dirinya mendapat laporan dan keluhan dari sejumlah orang tua siswa.

“Sebanyak 33 siswa itu asalnya dari Koba, Padang Mulia, Arung Dalam, Berok, dan Simpang Perlang,” ujarnya.

BACA JUGA:Pendaftaran Online PPDB SD dan SMP di Bateng Berakhir, Dindik Pastikan Daya Tampung Siswa Cukup

Terkait hal tersebut, Algafry berharap Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung dapat memperhatikan hal ini.

Menurutnya, para siswa ini adalah tanggungjawab semua yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Harus ada solusinya, karena di Koba ini tidak ada SMA atau se-tingkatnya yang swasta. Ada satu di pondok pesantren Al-Muhajirin, tapi masa yang non-muslim kita suruh sekolah ke sana,” terangnya.

BACA JUGA:228 Siswa SMKN 2 Koba Diwisuda, Algafry: Kunci Sukses Adalah Kemauan Kuat!

Sementara, SMA/SMK Negeri yang lainnya menurut zonasi dari 33 siswa tersebut paling dekat memang ke SMAN 1 Koba yang menjadi harapan satu-satunya.

Maka dari itu, Algafry berharap ada kebijakan dan solusi dari Pemerintah Provinsi Babel tentang bagaimana langkah-langkahnya, agar 33 siswa itu bisa meneruskan pendidikannya kembali.

“Harus ada solusinya, tidak mungkin kita biarkan mereka tidak sekolah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: