​DPRD Babel Dukung Kades se-Babel Buka-Bukaan Soal Data Desil

​DPRD Babel Dukung Kades se-Babel Buka-Bukaan Soal Data Desil

--

Menurutnya, ada warga yang tampak memiliki rumah bagus, tetapi secara ekonomi sebenarnya kurang mampu.

BACA JUGA:Wako Udin Tegas, Akan Tangkap Warga Buang Sampah Sembarangan

​Aspirasi ini juga disampaikan kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI agar variabel penentu penerima bantuan disusun secara transparan dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

​"Kami juga akan berkunjung ke beberapa kementerian yang menggunakan data BPS agar memberikan perhatian terhadap masalah biaya pendidikan, BPJS, dan variabel lokal lainnya.

Semoga setelah rakor 12 Oktober nanti, dihasilkan keputusan terbaik sehingga tidak ada lagi permasalahan di kemudian hari," tegas Didit.

BACA JUGA:Smart Parking Pangkalpinang hanya 1000 Sehari, Berlaku Mulai 1 Oktober 2026

​Sementara itu, Kepala Desa Kurau Timur, Jasila, optimistis persoalan data desil ini dapat diselesaikan apabila terjalin koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, hingga pemerintah desa dan RT/RW sebagai pihak yang paling memahami kondisi masyarakat.

​"Koordinasi dengan pihak desa hingga RT/RW sangat penting karena desa merupakan pihak terdekat yang mengetahui kondisi riil masyarakat," ujar Jasila.

​Jasila berharap sistem pendataan desil ke depan tidak lagi menggunakan data ganda dari banyak sumber lintas kementerian yang kerap memicu data tumpang tindih.

BACA JUGA:Ratusan Personel Siaga, PLN Gelar Apel Keandalan Pembangkit Jelang MotoGP Mandalika 2026

​"Pemakaian data dari banyak sumber selama ini kerap membingungkan, termasuk bagi pemerintah desa.

Kami bingung sumber pendataan dan penentuannya dari mana, padahal tidak pernah berkoordinasi dengan kami," tambahnya.

​Selain itu, ia meminta kementerian terkait mengkaji ulang kriteria penentuan desil, khususnya mengenai kepemilikan pinjaman atau utang di bank maupun koperasi.

Selama ini, warga yang memiliki pinjaman kerap langsung dicoret dari daftar penerima manfaat bansos.

Padahal, pinjaman tersebut sering kali digunakan untuk modal usaha produktif, bukan sekadar konsumtif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: