Pemprov Babel Bentuk Posko Siber Percepat Tangani Karhutla
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani. (dok. ANTARA)--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk posko siber kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, sebagai langkah mempercepat penanggulangan bencana alam dampak musim kemarau ekstrim di daerah itu.
"Hari ini, kita bentuk posko berbasis teknologi mulai dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan," kata Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani usai apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di Pangkalpinang, Senin.
BACA JUGA:Polisi Selidiki Aksi Anarkis Penambang Timah di Belitung Timur
Ia mengatakan pembentukkan posko penanggulanan karhutla dan kekeringan berbasis teknologi itu untuk memantau titik panas, mengkoordinasikan patroli terpadu dan mengintegrasikan laporan masyarakat dan BPBD, Polri, TNI dan instansi terkait lainnya secara terpadu.
"Dengan adanya posko siber ini maka penangganan bencana akan lebih cepat untuk memadamkan kebakaran hutan, lahan dan kekeringan di masyarakat," ujarnya.
BACA JUGA:Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bulan Bakti HUT ke-50 PT Timah Disambut Antusias
Ia menyatakan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, maka petugas desa, kelurahan dan masyarakat bisa melaporkan melalui posko siber ini, maka petugas BPBD, Damkar, Polri, TNI dan instansi terkait lainnya akan dating secepatnya untuk menangani kebakaran tersebut.
"Petugas gabungan akan dating dengan waktu sesingkat-singkatnya, sehingga dapat menimalisir kerugian dampak kebakaran tersebut," ujarnya.
BACA JUGA:Karhutla 2026 di Belitung Tembus 105 Kasus, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Musim Kemarau
Kapolda Kepulauan Babel, Irjen Pol Viktor T. Sihombing mengatakan pembentukkan posko ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana alam dampak kemarau ekstrim akibat fenomena el nino.
"Apabila ada laporan kejadian kebakaran, kita akan langsung mengerahkan personil kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas dan lainnya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan tersebut," katanya.
BACA JUGA:Karhutla Kembali Ancam Belitung, Api Nyaris Merambat ke Perumahan
Ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha perkebunan untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan baru, karena berpotensi terjadinya kebakaran yang besar yang merugikan masyarakat lainnya.
"Kita mengimbau masyarakat dengan cara membakar, termasuk membakar sampah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
