Babel Perkuat Stok Jaga Cegah Harga Beras Naik

Babel Perkuat Stok Jaga Cegah Harga Beras Naik

Babel Perkuat Stok Jaga Cegah Harga Beras Naik. (Foto:Antara)--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah pasokan beras dari luar daerah, guna memperkuat stok untuk mencegah kenaikan harga komoditas tersebut yang akan memberatkan perekonomian masyarakat kurang mampu di daerah itu.

"Dalam minggu ini, kita menambah pasokan 24,1 ton beras dari Sumatera Selatan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra di Pangkalpinang, Rabu.

BACA JUGA:Serapan Kredit Usaha Rakyat di Babel Rp838.994 Miliar

Ia mengatakan saat ini stok beras di 17 Gudang distributor beras di Kepulauan Bangka Belitung mencapai 4.137 ton dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

"Dengan adanya penambahan pasokan beras 24,1 ton ini, maka total stok beras dalam minggu ini mencapai 4.161,1 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini," katanya.

BACA JUGA:INTI Babel Expo 2026 Targetkan Perputaran Ekonomi Rp 2 Miliar

Ia menyatakan ketersediaan beras yang mencukupi ini tentunya berdampak langsung terhadap harga beras eceran yang masih stabil dan permintaan masyarakat selama liburan sekolah ini juga normal.

Ia menjelaskan, harga beras eceran di sejumlah pasar tradisional dan moderen di Kota Pangkalpinang seperti beras merek cap sendok (medium) masih bertahan Rp14.400 per kilogram, beras merek RM (premium) bertahan Rp15.700 per kilogram, beras SPHP Bulog bertahan Rp12.600 per kilogram.

BACA JUGA:Komisi XII DPR RI Bahas RUU Ketenagalistrikan di Bangka Belitung, PLN Pastikan Kapasitas Daya Mencukupi

"Alhamdulillah, hingga saat ini stok dan harga beras masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Menurut dia dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat, Pemerintah Daerah di Kepulauan Babel masih mengandalkan pasokan beras dari luar daerah, karena produksi beras petani lokal masih kurang memadai.

"Saat ini produksi beras petani lokal masih sekitar 85 persen mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga kita masih membutuhkan pasokan beras untuk menjaga stabilitas harga komoditas ini," katanya.

BACA JUGA:Kasus 15 Kontainer LTJ PT PMM di Batam Naik Penyidikan, Kepala Bea Cukai Junanto dan Sucofindo Gian Tersangka

BACA JUGA:Gelar Penertiban, Satpol PP Bangka Copot Spanduk Kedaluwarsa hingga Iklan Rokok di Dekat Sekolah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait