Babel Perketat Pasokan Babi Jelang Imlek

Babel Perketat Pasokan Babi Jelang Imlek

Kepala BKHIT Kepulauan Babel, Herwintarti. (Foto; Antara)--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperketat pasokan ternak babi menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek, guna mencegah masuknya virus penyakit nipah dan PPR di daerah itu.

"Babi, kambing dan domba ini adalah faktor utama pemicu ancaman penyakit nipah dan peste des petits ruminants (PPR)," kata Kepala BKHIT Kepulauan Babel, Herwintarti saat sosialisasi bahaya virus nipah di Pangkalpinang, Kamis.

BACA JUGA:Kesal Diejek Teman Wanitanya Jelek, Jojo Pukuli IRT di X-Bar Pangkalpinang

Ia mengatakan pemasukan ternak babi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelang Tahun Baru Imlek pada 16 Februari 2026 dari Bali dan Lampung sudah mengalami peningkatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat keturunan Tionghoa di daerah ini.

"Kita berharap pengetatan lalu lintas babi, kambing, domba dan lainnya dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan kebahagiaan masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan ini," katanya.

BACA JUGA:Pemkab Bangka Barat Optimalkan Peran PAUD Siapkan Generasi Emas

Ia menyatakan selama ini pendistribusian pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini rata-rata berasal dari luar daerah.

Oleh karena itu, BKHIT terus mengawal pemasukan dan pendistribusian pangan khususnya hewan, ikan dan tumbuhan tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

"Dalam waktu dekat ini, kita akan merayakan Imlek, Sembahyang Kubur, puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dan rangkaian hari besar keagamaan ini diharapkan berjalan dengan aman dan lancar," katanya.

BACA JUGA:Rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 di PT Timah Tbk Terus Berlanjut, Ada Lomba Timah Fire & Rescue Challange

Ia berharap seluruh pihak untuk mengawal bersama terkait pengawasan bersama, sehingga ada informasi-informasi yang mengacu kepada ancaman, maka dapat dilakukan secara bersama-sama.

"Kegiatan sosialisasi hari ini adalah salah satu langkah kita bersama dalam memberikan informasi dan edukasi, agar masyarakat tidak panik serta langkah-langkah pencegahan apa saja yang dilakukan untuk mencegah masuknya virus nipah dan PPR menjelang hari besar keagamaan ini," katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: