Tanpa Cultural Intelligence, Kepemimpinan Global Berisiko Gagal
One Olivia Kusumawati--Foto IST
Pada akhirnya, perusahaan dihadapkan pada pilihan yang jelas yaitu berinvestasi secara serius dalam memahami budaya, atau menanggung biaya kegagalan yang tidak kecil. Berbagai kasus lintas industri dan negara menunjukkan bahwa kepemimpinan global tidak cukup hanya dengan kehadiran internasional. Ia menuntut kemampuan memahami bagaimana budaya membentuk cara berpikir, berinteraksi, dan membangun kepercayaan. Tanpa itu, ekspansi global bukan hanya sulit, tetapi berisiko tinggi untuk gagal.
BACA JUGA:Resiliensi Finansial: Mengubah Kepanikan Global Menjadi Kedisiplinan Cerdas Pengelolaan Keuangan
BACA JUGA:BUMDes dan Koperasi Jalan Baru Mengatasi Ketimpangan Desa
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
