BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
--
"Pemanfaatan layanan jantung oleh peserta JKN di RS Dustira bisa dikatakan tinggi.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Dustira telah melayani 975 pasien cathlab yang semuanya merupakan peserta JKN,” ungkap Muchlas.
BACA JUGA:Manchester United Kaget Bintang Mudanya Mau ke Real Madrid
Menurut Muchlas, pelayanan kesehatan merupakan proses yang berkelanjutan sehingga peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan secara konsisten.
Selain itu, tidak hanya memberikan pelayanan cepat, dan tepat, tetapi juga aman, bermutu, dan berorientasi pada pasien.
Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar mengatakan penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan biaya tinggi yang dijamin oleh Program JKN.
Menurutnya, untuk menekan tingginya angka penyakit tersebut diperlukan upaya promotif dan preventif, termasuk penerapan pola hidup sehat.
BACA JUGA:Adu Nyaman Sepatu Long Run: Nike Alphafly 3, Adidas Adizero Adios Pro 4 & Asics Metaspeed
"Penyakit jantung perlu menjadi perhatian pemerintah karena salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penyakit tersebut berkaitan dengan gaya hidup.
Untuk menekan tingginya angka penyakit tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif, termasuk menerapkan pola hidup sehat,” ucap Timbul.
Timbul juga menilai Program JKN perlu terus didorong untuk meningkatkan efisiensi dengan menerapkan pendekatan Value-Based Health Care yang berbasis outcome.
Baginya, kesehatan adalah modal utama untuk membangun bangsa.
BACA JUGA:DPKP Babel: Produksi Beras Petani Bangka Selatan Surplus
BACA JUGA:Adu Nyaman Sepatu Long Run: Nike Alphafly 3, Adidas Adizero Adios Pro 4 & Asics Metaspeed
BACA JUGA:Pemkab Bangka Tegaskan Siap Laksanakan dan Ekspose Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
