"Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia.
Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," kata Suyudi.
BACA JUGA:Bangka Tengah Alokasikan Rp273 juta Untuk Operasional MTQHXV Babel
Ke depan, platform I-GHAS 24/7 direncanakan terus dikembangkan dengan integrasi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta pemaduan data biometrik pada 2027 mendatang.
“Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat,” tutup Hendarsam.
BACA JUGA:Bangka Tengah Alokasikan Rp273 juta Untuk Operasional MTQHXV Babel
BACA JUGA:Pemkab Bangka Barat Matangkan Persiapan Pilkades Serentak 2026
BACA JUGA:Bye.... Ronaldo Umumkan Pensiun dari Timnas Portugal