Jadikan keahlian bertani hidroponik modern ini sebagai bekal berharga agar kelak saat kembali ke tengah masyarakat, saudara-saudara sudah siap menjadi wirausahawan yang mandiri, produktif, dan bermanfaat," ujarnya.
Sementara itu, hasil panen selada sebanyak 30 kilogram tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tambahan gizi warga binaan.
Sebagian hasil panen juga dipasarkan kepada pihak luar.
BACA JUGA:DPRD Babel Tampung Aspirasi Warga Bedengung Soal Kades
Penjualan hasil pertanian itu sekaligus menjadi salah satu upaya Lapas Narkotika Pangkalpinang dalam mendukung pencapaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) fungsional.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Pangkalpinang berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
Program pertanian hidroponik tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan dan peluang usaha setelah menyelesaikan masa pidana.
BACA JUGA:Peduli Pendidikan, Kapolres Bangka Ajak Pelajar SMPN 2 Sungailiat Jauhi Narkoba dan Perundungan
BACA JUGA:Demi Kenyamanan Pengguna Jalan, Kapolres Bangka Pimpin
BACA JUGA:Wali Kota Pangkalpinang Ajak Cegah ATMH