Karena itu, Polresta Pangkalpinang tidak ingin program tersebut berhenti sebatas sosialisasi atau imbauan.
Kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk mendata warga yang membutuhkan pekerjaan dan berminat mengikuti pelatihan keterampilan.
"Untuk implementasinya, kami akan mendata masyarakat yang berminat mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja.
Selanjutnya, Disnaker akan memfasilitasi pelatihan sesuai kebutuhan.
Kami juga akan hadir saat pembukaan pelatihan dan melakukan pemantauan hingga peserta mendapatkan pekerjaan," ujarnya.
BACA JUGA:Diperkirakan Akumulasi DBH Rp 2,7 Triliun Tertahan: Ketika Tambang Timah Jalan, Hak Babel Tertunda
Indra menegaskan, program tersebut akan dijalankan dengan target dan tahapan yang jelas.
Polresta Pangkalpinang bersama instansi terkait akan memantau prosesnya sejak pendataan, pelatihan hingga peserta memperoleh pekerjaan.
"Jadi, program ini bukan sekadar imbauan. Kami ingin pelaksanaannya benar-benar terencana, memiliki target yang jelas, serta dipantau dari awal hingga selesai.
Kami ingin memastikan prosesnya berjalan tuntas," tegasnya.
Untuk tahap awal, Indra menargetkan sekitar 25 hingga 30 orang mengikuti program tersebut.
Proses pelaksanaannya diperkirakan berlangsung selama dua sampai tiga bulan.
BACA JUGA:Sejarah Baru, SMAN 1 Manggar Cetak Double Hattrick Parlemen Remaja DPR RI
Ia menambahkan, pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu cara kepolisian untuk memahami persoalan yang dihadapi warga sekaligus menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.
"Polisi juga bagian dari masyarakat, sehingga sudah seharusnya kami hadir melalui program-program yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.