Program tersebut merupakan langkah sementara pemerintah untuk membantu masyarakat ketika terjadi gejolak harga kebutuhan pokok.
“Pasar murah ini juga bukan untuk menyaingi pasar tradisional.
Ini hanya sifat dadakan dari pemerintah daerah sebagai antisipasi lonjakan harga dengan musim cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketika kondisi harga kebutuhan pokok sudah kembali normal, pemerintah daerah akan menyesuaikan pelaksanaan program tersebut dengan kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Bupati Beltim Soroti Nasib Penggali Kubur, Ada Bantuan Sosial hingga Program Umrah
Karena itu, pasar murah diharapkan berfungsi sebagai instrumen penyeimbang harga, bukan sebagai pesaing bagi aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Wakil Bupati Khairil juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi ketika pemerintah daerah kembali menggelar pasar murah.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Beltim berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan lebih mudah, terutama saat harga pangan mengalami kenaikan.
BACA JUGA:Wabup Beltim Tegas Soal BBM Subsidi, Larang Pengisian Pakai Jeriken
BACA JUGA:Hari Santri Nasional 2026, Kurniawan Dorong Implementasi Nyata Perda Pesantren di Basel