Sementara itu, Ketua FKPT Babel, Subardi, menilai evaluasi kelembagaan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan organisasi. Ia mengungkapkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap kelembagaan FKPT Babel baru pertama kali dilakukan sejak dibentuk pada 2012.
Subardi menggarisbawahi bahwa pola gerak kelompok yang terafiliasi dengan terorisme, intoleransi, ekstremisme, dan radikalisme terus bertransformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Evaluasi secara kelembagaan ini sangat penting karena aktivitas kelompok-kelompok tersebut terus bertransformasi. Maka dalam mengantisipasinya, kita juga harus menyesuaikan dengan perkembangan era digitalisasi,” ungkap Subardi.
Melalui evaluasi ini, penguatan kelembagaan FKPT diharapkan dapat melahirkan strategi pencegahan yang lebih adaptif, mempererat sinergi lintas sektor, serta membangun ketahanan sosial masyarakat Bangka Belitung terhadap bahaya radikalisme di ruang digital maupun nyata.
BACA JUGA:BNPT dan FKPT Babel Ajak Cegah Radikalisme dan Terorisme Lewat Rembuk Merah Putih
BACA JUGA:Darurat Paham Kekerasan di Layar Gawai, BNPT Kerahkan Guru Jadi Benteng Pertama