BACA JUGA:Cocok untuk Nostalgia di Jalanan, Ini 5 Motor Klasik yang Tetap Melegenda di Indonesia
3. Vespa 125 / Vespa Kongo (VGLA/VGLB)
Skuter Vespa buatan Piaggio Italia mulai masuk ke Indonesia pada pertengahan era 1950-an melalui pameran dan impor swasta. Popularitas Vespa melonjak secara historis pada dekade 1960-an ketika pemerintah Indonesia memberikan penghargaan berupa unit Vespa (dikenal sebagai "Vespa Kongo") kepada Kontingen Garuda yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Kongo.
Mesin: 2-Tak, Single Cylinder, Rotary Valve / Piston Ported
Kapasitas: 124 cc – 150 cc
Transmisi: Manual 3 & 4-Percepatan (Tuas pada setang kiri)
Keunikan: Sasis monokok plat baja, posisi mesin samping, roda cadangan bawaan
4. Honda S90 (Super 90)
Memasuki pertengahan 1960-an, peta industri roda dua Tanah Air mulai bergeser seiring masuknya sepeda motor asal Jepang. Honda S90 yang dirilis pada era tersebut menjadi salah satu motor sport bermesin 4-tak pertama Honda yang dipasarkan secara massal di Indonesia melalui distributor importir PT Nitisuto Finance sebelum berdirinya PT Federal Motor pada 1971.
Mesin: 4-Tak, OHC, Single Cylinder, Berpendingin Udara
Kapasitas: 89,6 cc
Transmisi: Manual 4-Percepatan
Keunikan: Rangka pressed-steel (tulang monokok plat), posisi mesin tidur, efisiensi bahan bakar tinggi
5. Yamaha MATE V50 / V70
Sebelum lini RX-Series mendominasi pasar, Yamaha mengawali tancap gasnya di Indonesia pada akhir 1960-an dan awal 1970-an melalui seri motor bebek MATE (V50 dan V70). Motor bebek bermesin 2-tak ini menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat kelas menengah yang membutuhkan kendaraan hemat dan berbiaya perawatan terjangkau.
Mesin: 2-Tak, Single Cylinder, Berpendingin Udara