Safei mengatakan, pemerintah desa juga tidak mengetahui secara rinci aktivitas perusahaan di wilayah tersebut karena tidak menerima laporan atau pemberitahuan secara resmi.
Ia menyebut informasi mengenai keberadaan dan aktivitas perusahaan selama ini lebih banyak diketahui dari masyarakat.
BACA JUGA:Sekolah Tani Gelar TOT Budidaya Lada di Beltim, Cetak Penyuluh dan Petani Muda Karena itu, pemerintah desa berharap perusahaan dapat menyiapkan jalan sendiri untuk aktivitas pengangkutan material.
Namun, selama jalan alternatif belum tersedia, perusahaan diminta bertanggung jawab terhadap kondisi jalan desa yang digunakan.
“Untuk sementara perusahaan masih akan menggunakan jalan desa yang ada. Tetapi kami berharap tanggung jawab terhadap jalan tersebut benar-benar dilakukan oleh perusahaan, termasuk perawatan dan penyiraman jalan agar tidak berdebu serta memperbaiki apabila terdapat lubang atau kerusakan,” tutur Safei.
Warga Minta Jalan Alternatif Segera Direalisasikan
Tokoh masyarakat Batu Penyu, Hairul, menegaskan masyarakat tidak hanya meminta perbaikan terhadap jalan yang rusak, tetapi juga berharap perusahaan segera merealisasikan jalan alternatif.
Menurut Hairul, jalan tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat karena tidak hanya digunakan warga Batu Penyu.
Akses itu juga dimanfaatkan masyarakat dari wilayah lain di Kabupaten Belitung Timur untuk bekerja, mencari ikan maupun menjalankan aktivitas ekonomi.
“Jalan tersebut bukan hanya digunakan oleh masyarakat Batu Penyu. Banyak masyarakat dari wilayah lain di Belitung Timur juga memanfaatkan akses tersebut, baik untuk mencari ikan, bekerja maupun melakukan aktivitas ekonomi lainnya,” kata Hairul.
BACA JUGA:Honda Babel Ajak Personel Denpom II/5 Bangka Jadi Pengendara yang Lebih Aman dan Bertanggung Jawab
Ia menilai keberadaan tambak udang, kawasan pantai dan aktivitas ekonomi masyarakat membuat jalan tersebut menjadi akses penting yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Hairul juga mengingatkan agar jalan yang baru selesai diaspal tidak kembali mengalami kerusakan akibat aktivitas kendaraan perusahaan.
Menurutnya, masyarakat telah menunggu puluhan tahun hingga akses tersebut akhirnya mendapatkan pengaspalan.
“Masyarakat sudah menunggu puluhan tahun agar jalan ini bisa diaspal.
Hari ini, alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui dinas terkait telah mengaspal jalan tersebut.