BABELPOS.ID, BELITUNG TIMUR – Aksi demonstrasi yang terjadi di wilayah operasional PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menyisakan pekerjaan rumah bagi seluruh pihak.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Belitung Timur, Irwansyah, mendorong agar kondisi tersebut menjadi momentum untuk membuka kembali ruang komunikasi antara PT TIMAH, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, serta penambang rakyat.
Menurut Irwansyah, kondisi yang berkembang di tengah masyarakat tidak muncul secara tiba-tiba.
Keresahan tersebut, kata dia, telah berlangsung cukup lama dan salah satunya berkaitan dengan persoalan harga serta mekanisme pembelian bijih timah masyarakat.
BACA JUGA:Perjuangkan Masa Depan Petani Sawit, DPW Apkasindo Babel Pastikan Ikut IOPS Forum 2026 di IKN
Irwansyah mengatakan, PT TIMAH memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Belitung Timur.
Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertambangan, tetapi juga pernah memberikan kontribusi terhadap pembangunan fasilitas yang dirasakan masyarakat.
Ia menyebut sejumlah fasilitas seperti jalan, rumah sakit, sekolah hingga pembangkit listrik pernah mendapatkan dukungan dari PT TIMAH.
Karena itu, ia berharap perusahaan dapat kembali memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat Belitung Timur, terutama dalam situasi ketika sebagian masyarakat masih menggantungkan kehidupan dari sektor pertambangan.
BACA JUGA:Babel Perkuat Stok Beras Jaga Stabilitas Harga
“Kami berharap PT TIMAH comeback again ke wilayah karena masyarakat rata-rata hidup dari tambang.
Kami tetap berprasangka baik dan berharap PT TIMAH kembali hadir bersama masyarakat,” katanya.
Irwansyah menilai salah satu hal yang perlu segera diperkuat adalah komunikasi antara perusahaan dan masyarakat.
Ia berharap manajemen PT TIMAH dapat membuka ruang dialog.
BACA JUGA:Tim Gabungan Bangka Barat Tertibkan Tambang Ilegal Timah di Merabok