BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan stok bawang merah, bawang putih dan cabai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, karena pasokan komoditas tersebut berjalan lancar.
"Saat ini stok cabai dan bawang di gudang distributor cukup berlimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW nanti," kata Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan hasil pemantauan tim Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di gudang-gudang distributor pada Rabu (19/8), stok bawang merah sebanyak 48 ton, stok bawang putih 29,7 ton dan akan ditambah lagi sebanyak 29 ton, sehingga total stok bawang putih dalam pekan ini menjadi 58,7 ton.
Demikian juga stok cabai rawit di gudang distributor sebanyak 0,7 ton, cabai merah besar sebanyak 1,1 ton, sehingga dipastikan ketersediaan bumbu masak ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 25 Agustus 2026 nanti.
BACA JUGA:Gubernur Babel Tegaskan Penyelundupan Timah Harga Mati, 75,7 Ton Pasir Timah Diamankan
"Selama ini, masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan suka cita dengan menggelar berbagai tradisi seperti nganggung, bersilahturami dan lainnya sehingga akan berdampak terhadap peningkatan permintaan berbagai kebutuhan pokok termasuk cabai dan bawang ini," katanya.
Ia menyatakan saat ini harga cabai merah kriting eceran di sejumlah pasar Kota Pangkalpinang masih relatif stabil yaitu Rp38.500 per kilogram, cabai merah besar Rp38.600 per kilogram, cabai rawit merah Rp63.500 per kilogram, cabai rawit hijau Rp63.300 per kilogram.
BACA JUGA:Babel Perkuat Stok Beras Jaga Stabilitas Harga
Demikian juga harga bawang merah masih bertahan normal Rp30.600 per kilogram, bawang putih honan Rp34.000 per kilogram dan bawang bombai bertahan Rp28.600 per kilogram.
"Mudah-mudahan harga bawang, cabai dan kebutuhan lainnya tidak naik tinggi menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW nanti, karena meningkatnya permintaan masyarakat merayakan maulid nabi nanti," katanya.
BACA JUGA:PDAM Bangka Barat Siap Tambah Pasokan Air Baku Antisipasi Musim Kemarau
Menurut dia selama ini perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kepulauan Babel sangat identik dengan tradisi nganggung atau membawa dulang berisi makanan dari rumah ke masjid untuk disantap bersama-sama, saling kunjung mengunjungi, sehingga hampir sama meriahnya dengan perayaan Idul Fitri, Idul Adha.
BACA JUGA:Ikhtiar Menggapai Swasembada Garam Nasional
"Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol kuat gotong royong, persamaan derajat, dan silaturahmi masyarakat Melayu di Pulau Bangka dan Belitung, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan berbagai kebutuhan pokok di daerah ini," katanya.