BABELPOS.ID, AMBON – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Maluku merealisasikan pemanfaatan 300 ton Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore.
Material tersebut digunakan untuk mendukung penataan Area Sirkuit Selawaring di Kota Tidore Kepulauan.
FABA dimanfaatkan sebagai material timbunan untuk memperkuat kontur lintasan.
Penataan ini pun mendukung kesiapan Area Sirkuit Selawaring sebagai lokasi penyelenggaraan Wali Kota Tidore Cup Race 2026.
BACA JUGA:Jelang HUT ke-81 RI, PLN Terus Jaga Keandalan Pembangkit di Wilayah Perbatasan dengan Timor Leste
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN UPK Maluku dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Sinergi tersebut menghadirkan solusi pembangunan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan FABA.
--Truk mengangkut dan menurunkan material Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari PLTU Tidore di Area Sirkuit Selawaring, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Sebanyak 300 ton FABA dimanfaatkan sebagai material timbunan untuk mendukung penataan area sirkuit melalui kolaborasi PLN UPK Maluku dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Selain mendukung pembangunan infrastruktur, pemanfaatan FABA juga menjadi implementasi prinsip ekonomi sirkular.
Material hasil pembakaran batu bara yang telah ditetapkan sebagai limbah non-B3 dimanfaatkan kembali sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.
BACA JUGA:Jaga Terang di Momentum Kemerdekaan RI, PLN Perkuat Keandalan Pembangkit di Bima
"Sinergi antara PLN dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi.
Pemanfaatan FABA menjadi salah satu langkah nyata PLN dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus menghadirkan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi masyarakat," kata General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani.
Realisasi ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara PLN dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan audiensi, survei lapangan, serta menyusun rencana pemanfaatan FABA sebagai material timbunan.