BABELPOS.ID, TOBOALI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di sejumlah sekolah.
Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru berjalan sesuai ketentuan, mulai dari proses pendaftaran, verifikasi berkas, hingga penetapan calon peserta didik yang diterima.
BACA JUGA:Penyebab, Tanda dan Cara Mencegah Batu Ginjal
Kepala Dindikbud Basel Anshari mengatakan, secara umum pelaksanaan SPMB di seluruh sekolah berlangsung lancar.
Namun, terdapat sejumlah kendala teknis yang masih dihadapi, terutama terkait penentuan titik koordinat (GPS) domisili calon peserta didik pada jalur domisili.
BACA JUGA:Bocoran Ungkap Desain Layar iPhone 18, iPhone 18e, dan iPhone Air 2
"Pelaksanaan SPMB terpantau lancar, tetapi terdapat kendala yakni, titik koordinat GPS baik domisili antara jarak rumah dengan jarak sekolah," ujarnya, Selasa (30/06).
Menurutnya, ketidaksesuaian titik GPS dengan alamat tempat tinggal calon siswa menyebabkan beberapa data harus diverifikasi ulang oleh panitia.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh akurasi lokasi pada perangkat maupun ketidaksesuaian koordinat yang muncul di sistem.
BACA JUGA:Gotong Royong Akbar, Taman Mandara Akan Ditata Ramah Pengunjung
"Kendala yang paling banyak kami temukan adalah penentuan titik GPS.
Ada beberapa titik lokasi yang tidak sesuai dengan alamat sebenarnya, sehingga perlu dilakukan pengecekan dan verifikasi kembali agar tidak merugikan calon peserta didik," terangnya.
Dindikbud juga mengimbau para orang tua dan calon peserta didik untuk memastikan data yang diinput, termasuk alamat domisili dan titik koordinat, telah sesuai sebelum proses pendaftaran diselesaikan.
BACA JUGA:Pelayanan Publik yang Prima di Pangkalpinang Itu Wajib
Selain itu, sekolah diminta memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran maupun penentuan titik lokasi domisili.