Tersesat di Bukit Maras, Empat Remaja Andalkan Aliran Sungai

Senin 29-06-2026,06:43 WIB
Reporter : Tri
Editor : Jal

BABELPOS.ID, RIAUSILIP — Malam mencekam menyelimuti kawasan Bukit Maras, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang bergerak cepat menggelar operasi SAR darurat setelah empat remaja dilaporkan tersesat saat melakukan pendakian pada Minggu (28/6/2026). 

Keempat remaja yang tengah dicari tersebut diidentifikasi bernama Puma (17), Nabil (16), Keanu (17), dan Aufa (16). Kronologi kejadiannyabermula pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Keempat remaja ini mendaki Bukit Maras dengan tujuan awal berwisata ke Air Terjun Maruyan. Namun di tengah perjalanan, mereka mengalami disorientasi medan dan kehilangan arah. 

Menjelang sore hari, menyadari posisi mereka tersesat, para korban sempat berinisiatif mencari jalan keluar secara mandiri dengan cara mengikuti aliran arus sungai. 

Memasuki malam hari, kondisi fisik yang terkuras habis dan jalur keluar yang tak kunjung ditemukan membuat mereka kian terdesak. Beruntung, salah satu korban Puma masih bisa menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi darurat sebelum situasi memburuk.

BACA JUGA:Ke Kebun, Petani di Kelapa Hilang

BACA JUGA:Misteri Kapal Kosong di Karang Kering: Nelayan Diduga Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan

Merespons panggilan tersebut, Tim Rescue Basarnas Pangkalpinang langsung meluncur pada pukul 20.56 WIB, menempuh perjalanan sejauh 72 kilometer. Setibanya di kaki Bukit Maras menjelang tengah malam, tim gabungan langsung menggelar briefing kilat untuk mematangkan strategi penetrasi medan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menegaskan bahwa operasi malam ini merupakan sinergi besar yang melibatkan 4 Personel Rescuer Kansar Pangkalpinang, BABINSA, Babinkamtibmas, personel BKSDA, BPBD Kabupaten Bangka, anggota Saka SAR, hingga Tim Pengelola Bukit Maras.

"Mengingat para korban sempat berinisiatif mengikuti aliran arus sungai, para rescuer akan memprioritaskan penyisiran di sepanjang jalur vegetasi sungai tersebut," ungkap Mikel, Minggu (28/6/2026) malam.

Meskipun cuaca dilaporkan cukup bersahabat—berawan dengan angin 5 knot ke arah timur—tim di lapangan harus berpacu dengan jarak pandang (visibilitas) yang sangat terbatas akibat pekatnya malam di hutan tropis.

Untuk menyiasati kegelapan dan medan yang berat, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan taktis mutakhir demi mempercepat proses pencarian. 

Drone thermal digunakan untuk mendeteksi hawa panas tubuh para korban dari udara, menembus rimbunnya kanopi hutan.

"Fokus dan target utama para rescuer malam ini adalah segera menemukan posisi keempat remaja tersebut dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis awal, mengingat kondisi mereka dilaporkan sudah sangat kelelahan," tutup Mikel.

BACA JUGA:Nelayan 70 Tahun yang Hilang di Tanjung Berikat Ditemukan Meninggal

BACA JUGA:Tengkorak Kepala di Kebun Sawit Diduga Warga yang Hilang Tahun 2023 Lalu

Kategori :