Kapal Motor Nadira Bocor, Tim SAR Terjang Gelombang Selamatkan 2 ABK

Kapal Motor Nadira Bocor, Tim SAR Terjang Gelombang Selamatkan 2 ABK

Proses evakuasi ABK KM Nadira yang bocor di perairan Bangka Tengah. --Foto Tri

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG — Operasi penyelamatan menegangkan terjadi di Perairan Pantai Pukan, Kabupaten Bangka, Minggu (9/8/2026) dini hari. Kapal Motor (KM) Nadira mengalami kebocoran parah hingga nyaris tenggelam di tengah hempasan ombak besar.

Kejadian bermula saat kapal berciri khas warna merah, krem, dan putih tersebut bertolak dari Pelabuhan Jelitik, Kabupaten Bangka, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kapal berlayar dengan misi mengantar ponton menuju Pantai Sampur, Kabupaten Bangka Tengah.

Namun, memasuki Minggu dini hari sekitar pukul 02.40 WIB, lambung kapal mengalami kebocoran hingga air laut dengan cepat memenuhi ruangan kapal. Menyadari bahaya yang mengancam, nakhoda mengambil keputusan cepat dengan sengaja mengkandaskan kapal di perairan dangkal Pantai Pukan untuk mencegah kapal karam total.

Awak kapal kemudian menghubungi Polairud yang diteruskan ke Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi darurat.

Menerima informasi tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang langsung mengerahkan satu Tim Rescue bersama ABK KN SAR Karna menggunakan sekoci untuk mendekati lokasi kejadian.

BACA JUGA:Tragis, Balita 3 Tahun Tewas Tenggelam di Kolong Simpang Jongkong

BACA JUGA:Tragedi di Pantai Matras: Liburan ke Bangka, 3 Bocah dan 1 Orang Tua Asal Palembang Tenggelam

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Selain harus menembus kegelapan malam dan ombak besar, sekoci tim penyelamat bahkan sempat ikut kandas di sekitar perairan tersebut. Kendati demikian, dengan kesigapan personel di lapangan, situasi kritis dapat teratasi dan tim berhasil merapat ke KM Nadira yang kondisinya sudah hampir tenggelam.

"Saat tim berhasil merapat, kondisi kapal korban sudah sepenuhnya kemasukan air. Fokus utama kami adalah keselamatan jiwa, dan alhamdulillah kedua korban berhasil kami evakuasi ke sekoci dalam keadaan selamat beserta barang-barang berharganya," ujar Dan Tim Basarnas, Gitri Prima, Minggu (9/8/2026). 

Dua awak kapal yang berhasil diselamatkan adalah Herman (30) dan Saroni (30). Usai dievakuasi dari lokasi kejadian, keduanya langsung dibawa menuju Dermaga PTS Pangkalbalam.

Setibanya di dermaga, Herman dan Saroni langsung diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan sehat dan selamat. Penyerahan korban tersebut sekaligus menandai berakhirnya operasi SAR. Sementara itu, untuk penarikan fisik KM Nadira yang masih terkandas dan terisi air, rencananya akan dilakukan secara mandiri oleh pihak pemilik kapal.

BACA JUGA:Mahasiswa Polman Babel yang Tenggelam di Teluk Uber Ditemukan Nelayan

BACA JUGA:Tim SAR Gabungan Evakuasi Remaja Tenggelam di Muara Sungai Kurau

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: