GEF-8, Jawaban Pembangunan Perikanan Babel

Rabu 13-05-2026,17:09 WIB
Reporter : Yudi
Editor : Govin

BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Program GEF-8 Enhancing Policy Coherence For A Sustainable Economy in Indonesia yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menjadi angin segar sekaligus jawaban atas kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Program ini disambut baik oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Babel, Ridwan, SPKP, usai mengikuti kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Pangkalpinang, belum lama ini.

Menurut Ridwan, selain menambah wawasan dan pengetahuan terkait perkembangan kebijakan kelautan terkini, program ini menjadi terobosan penting karena sumber pendanaannya berasal dari hibah luar negeri, sehingga sama sekali tidak membebani atau memotong anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

 BACA JUGA:Wako Udin Rombak 17 Pejabatnya, Termasuk Sekda Mie Go

"Kegiatan ini merupakan terobosan besar.

Kita bisa mendapatkan pendanaan dari luar negeri tanpa pemerintah daerah harus mengeluarkan anggaran sendiri.

Ini menjadi jawaban agar pembangunan sektor perikanan di Babel tetap berjalan sejalan dengan program utama Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu Ekonomi Biru," ujar Ridwan kepada wartawan, Kamis (13/5/2026).

Ia menjelaskan, Bangka Belitung ditetapkan sebagai salah satu dari lima provinsi penerima manfaat program GEF-8, bersama dengan Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah.

Total nilai hibah yang diberikan mencapai 9 juta Dolar AS, dengan masa pelaksanaan program berlangsung selama 5 tahun ke depan.

 BACA JUGA:Bantu Perjuangan Bayi Penderita Jantung Bocor, PT Timah Hadir Berikan Biaya Pengobatan

Program ini didampingi langsung oleh lembaga pelaksana GEF Agency UNEP bersama KKP RI.

Salah satu syarat utama keberhasilan program ini adalah pemenuhan data kelautan dan perikanan yang akurat dan berkelanjutan, yang diwajibkan dilakukan secara berkala hingga tahun 2028 sebagai tonggak pelaksanaan utama kegiatan ini.

Ridwan menekankan, seluruh elemen daerah wajib mendukung penuh pelaksanaan program ini, terutama dalam hal penyediaan data dan komitmen penerapan prinsip Ekonomi Biru.

Pasalnya, keberhasilan program ini diharapkan akan memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi pemerintah daerah maupun kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

BACA JUGA:Koperasi Plasma Membeli TBS Luar Desa, Kurniawan : Jangan Dijadikan Kepentingan Oknum

Kategori :

Terkait