BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan tenaga keamanan yang diganti tenaga outsourcing di PT Gunung Maras Lestari (GML) kembali menjadi sorotan.
Namun pihak manajemen perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut enggan memberikan penjelasan terkait kebijakan kontroversial itu.
Rosa dari staf Sumber Daya Manusia (HR) PT GML yang ditemui media usai mengikuti audensi para pengusaha bersama Bupati Bangka di kediaman dinas Bupati, Kamis (13/5/2026) lebih banyak diam.
Ditanya kebenaran rencana PHK dan alasan penggantian tenaga kerja dengan sistem outsourcing, Rosa memilih untuk tidak merespons.
Ia hanya bersedia menjawab hal-hal yang berkaitan dengan pertemuan yang baru saja berlangsung.
“Kalau terkait audensi perusahaan dengan Pak Bupati, membahas soal CSR (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) oke saya jawab.
Tapi untuk hal lainnya, saya belum bisa menjawab,” ujar Rosa secara singkat.
BACA JUGA:Polda Babel Limpahkan Tersangka Pemilik Jutaan Rokok Ilegal ke Kejari Belitung
Begitu juga soal kepastian kehadiran pihak manajemen PT GML dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diagendakan DPRD Kabupaten Bangka pada awal Juni mendatang.
Dalam rapat tersebut, DPRD telah berencana memanggil manajemen PT GML untuk meminta klarifikasi resmi terkait rencana kebijakan PHK yang dinilai sepihak dan merugikan pekerja tersebut.
"Mudah-mudahan pasti kami datang,” jawabnya singkat sebelum meninggalkan lokasi.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi SIP, telah secara tegas menolak rencana kebijakan tersebut.
Menurutnya, alasan perusahaan melakukan PHK karena marak pencurian buah dan aksi unjuk rasa tidak dapat dibenarkan, apalagi rencananya akan diganti tenaga kerja outsourcing yang dinilai melanggar peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. DPRD berjanji akan mengawal masalah ini demi melindungi hak-hak pekerja dan kepentingan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dan rinci dari pihak manajemen PT GML terkait rencana kebijakan tersebut.
BACA JUGA:Kisah Putra Beltim Jadi Jenderal Polisi, Murry Mirranda Ajak Guru Perkuat Karakter Anak