Lapas Pangkalpinang Tingkatkan Respon Darurat Lewat Inovasi Panic Button

Selasa 05-05-2026,12:03 WIB
Reporter : Agus Putra
Editor : Govin

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus berupaya meningkatkan respon terhadap kondisi darurat melalui inovasi panic button dalam program smart lansia. 

Hal ini dibuktikan dengan mulai diimplementasikannya panic button guna mempercepat respon darurat, mempermudah monitoring, serta meminimalisir risiko keterlambatan penanganan Warga Binaan lansia, Selasa (5/5/2026).

Panic button dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memberikan perlindungan optimal bagi Warga Binaan lansia, sekaligus memperkuat pelayanan Lapas Pangkalpinang yang profesional dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

BACA JUGA:City Tersandung Everton, Chelsea Gagal ke Liga Champions

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lapas Pangkalpinang, Sulaiman, selaku penggagas inovasi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tugas Aktualisasi dalam Pelatihan Dasar CPNS. 

“Melalui inovasi ini, kami berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar, khususnya dalam meningkatkan respon cepat terhadap kondisi darurat Warga Binaan lansia,” ungkapnya.

BACA JUGA:City Tersandung Everton, Chelsea Gagal ke Liga Champions

Lebih dari itu, Sulaiman menyampaikan keberadaan Warga Binaan lansia di Lapas Pangkalpinang menunjukkan kebutuhan khusus dalam pelayanan dan pengawasan.

Namun, respon terhadap kondisi darurat masih belum optimal akibat keterbatasan sistem peringatan dini, sarana prasarana, serta kesiapsiagaan dan koordinasi petugas.

“Semoga inovasi ini dapat memberikan rasa aman serta perlindungan yang lebih baik selama Warga Binaan lansia menjalani masa pembinaan,” harapnya.

BACA JUGA:Mau Kulit Awet Muda? Coba Makan Tomat

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pangkalpinang, Andri Febrianto, menyampaikan dukungannya terhadap implementasi inovasi tersebut.

Menurutnya, inovasi ini sangat membantu petugas dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respon di lapangan. 

“Dengan adanya panic button, koordinasi antar petugas menjadi lebih efektif sehingga penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Kategori :