Dukung Green Mining, PLN Siap Pasok Listrik Hijau di Sektor Tambang

Selasa 21-04-2026,13:53 WIB
Reporter : Agus Putra
Editor : Govin

BABELPOS.ID, JAKARTA - PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi sektor pertambangan melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah produsen batu bara.

Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) serta Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Bussiness Solution guna mendorong elektrifikasi operasional tambang.

BACA JUGA:Ibu dan Anak di Pangkalpinang Bobol Rumah Tetangga, Sudah 5 Kali Beraksi, Terekam CCTV

Kerja sama yang ditandai dengan PJBTL dan MoU ini dijalin dengan PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, dan PT Berau Coal sebesar 29 MVA.

BACA JUGA:ZEN ON WHEELS: Saat Gaya, Kenyamanan, dan Keselamatan Menyatu di Kampus Universitas Muhammadiyah Babel

Sementara itu untuk Integrated Bussines Solution, PLN melalui anak usahanya menjalin kolaborasi dengan sejumlah perusahaan diantaranya PT Masmindo Dwi Area, untuk Pembangunan Instalasi dan gardu pelanggan, PT Maruwai Coal dengan pekerjaan Pembangunan Instalasi milik pelanggan, dan PT Sembada Makmur Sejahtera dengan pekerjaan Engineering Design dan pembangunan instalasi tegangan tinggi.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret PLN dalam mendukung implementasi green mining melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih bersih, efisiensi, dan andal untuk mendukung elektrifikasi alat berat di pertambangan.

BACA JUGA:7 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Ganggu Jantung Kamu

Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ari Hendrawanto menjelaskan bahwa elektrifikasi alat berat menjadi kunci utama dalam mereduksi emisi di wilayah operasional tambang.

Langkah ini sangat krusial mengingat target besar nasional dalam mencapai Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.

BACA JUGA:Perkuat Evaluasi IRH 2026, Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Rapat Monitoring TSW Secara Nasional

"Strategi pengurangan emisi dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pengurangan produksi, substitusi energi ke sumber lain seperti biomassa, serta peningkatan efisiensi dan elektrifikasi.

Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu solusi utama, mengingat konsumsi energi terbesar berada pada kegiatan pengangkutan dan pemindahan material," ujar Ari dalam Focus Group Disscusion Powering The Future of Green Mining di Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

BACA JUGA:Siap Diluncurkan Bulan Ini, Berikut Spesifikasi Mobil Keluarga Wuling Eksion

Ari menambahkan, transisi ini juga memberikan keuntungan finansial yang nyata bagi pelaku industri.

Kategori :