Nelayan Keluhkan Limbah Tambang Tutup Jalur Perahu, Minta Ditertibkan

Kamis 16-04-2026,15:44 WIB
Reporter : Tri Harmoko
Editor : Govin

BABELPOS.ID, SUNGAILIAT - Nelayan di muara nelayan satu Sungailiat mengeluhkan aktivitas tambang yang kini berjalan.

Pasalnya, tambang rajuk tersebut kini limbahnya telah membuat pendangkalan dan perahu nelayan terhambat keluar masuk melaut.

S (35) nelayan setempat yang meminta nama lengkap tidak ditulis untuk faktor keamanan mengatakan pihaknya telah berupaya meminta pihak terkait untuk menghentikan tambang tersebut.

Termasuk secara resmi melalui Kelurahan Sungailiat membuat surat permintaan agar tambang tersebut di setop.

"Ini terjadi pendangkalan, aktivitasnya sudah setahun. Kami jadi susah melaut," kata S, Kamis (16/4/2026).

BACA JUGA:Di Forum FGD Wali Kota Sampaikan Sejumlah Isu Strategis di Kota Pangkalpinang

Puluhan perahu nelayan terdampak atas aktivitas yang diduga kuat ilegal dan dibekingi oknum ini.

Kondisi masyarakat yang mencari nafkah seperti udang kuras dan kepiting pun telah terancam sejak adanya penambangan. 

"Kalau tidak dihentikan kami semua terus terancam mencari nafkah.

Di sini tak hanya kami nelayan yang melaut tetapi juga ada nelayan Sungai yang biasa mencari kepiting dan udang kuras, sekarang sudah sulit," sebutnya.

Menurutnya, sebelum aktivitas tambang merajalela keluar masuk perahu nelayan masih aman.

Kini hampir tiap hari perahu nelayan jadi kandas. Nelayan terasa tak berdaya atas kondisi ini.

BACA JUGA:SPPG di Pangkalpinang Curhat Ke Sekda Soal Tarif Retribusi Sampah Yang Berubah Ubah

"Kami tidak berkutik karena sebagian nelayan juga membela penambang.

Minta tolong ditertibkan, dibubarkan karena dampak kedepan susah.

Kategori :