Kanwil Kemenkum Babel Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
--
//Bersama KemenHAM, Ditjenpas, dan Ditjenim Babel
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 bersama Kanwil Kementerian HAM Babel, Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Babel, dan Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Babel, Senin (01/06/2026).
Upacara berlangsung di Halaman Belakang Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, selaku Inspektur Upacara.
Bertindak sebagai Perwira Upacara pada kesempatan ini yaitu Roni Darmawan dan Komandan Upacara yaitu Sapidin.
BACA JUGA:Pemkab Bangka Tengah Fokus Jalankan Empat Program Strategis Pendidikan
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Babel, Suherman; Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Babel, Ade Agustina; Plt. Kepala Kantor Wilayah Ditjenim Babel, Prabandono Hadiwidjojo; Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkum Babel, Rahmat Fery Pontoh; para pejabat struktural; pegawai di lingkungan Kanwil Kemenkum Babel, Kanwil KemenHAM Babel, Kanwil Ditjenpas Babel, Kanwil Ditjenim Babel; serta mahasiswa magang.
BACA JUGA:Pemkot Pangkalpinang Luncurkan Aplikasi Pengumuman Kelulusan Berbasis Digital
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI, Yudian Wahyudi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung mengatakan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Tema ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, serta pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
BACA JUGA:PT TIMAH Bantu Biaya Pengobatan Warga di Wilayah Operasional
Menurutnya, tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan moral dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia.
Lebih lanjut, Yudian mengatakan Pancasila harus terus diamalkan dalam kebijakan, tindakan, pelayanan publik, dan kehidupan sosial masyarakat.
Nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang bersatu, adil, damai, dan bermartabat di mata dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
