“Melalui program ini masyarakat bisa memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar,” jelas Subekti.
Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp59.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp19.000 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, dan terigu Rp11.000 per kilogram. Selain itu tersedia pula berbagai bumbu dapur serta aneka kue lebaran.
BACA JUGA:Bandel Beroperasi Ilegal, Polisi Tertibkan Tambang Timah di Belinyu
Tak hanya itu, Gubernur Hidayat juga memberikan subsidi harga untuk komoditas beras premium.
Harga yang semula Rp75.000 per lima kilogram diturunkan menjadi Rp50.000 per lima kilogram sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Hidayat turut menyerahkan bantuan sembako kepada sejumlah masyarakat kurang mampu.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
BACA JUGA:Jari Tangan Standby di Tuas Rem Bisa Memicu Bahaya Saat Berkendara
Kebahagiaan pun terlihat dari wajah Sutiara (78), warga Kelurahan Selindung, yang menerima bantuan langsung dari Gubernur Babel.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan ini.
Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan dimudahkan dalam memimpin,” ujar nenek empat anak dan tujuh cucu tersebut.
BACA JUGA:Jalin Kemitraan dan Kepedulian Sosial, PT MSP Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim
Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan pasar murah dan bazar UMKM juga menjadi upaya untuk menggerakkan perekonomian pelaku usaha kecil serta para pedagang lokal yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
BACA JUGA:Bupati Fery Cek Ketersediaan Sembako dan BBM, Ingatkan Masyarakat Jangan Panik
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan stabilitas harga bahan pokok dapat terus terjaga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri.