Desain pertama bertajuk "Connectedness", yang menceritakan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi dan budaya Papua. Koleksi ini memiliki ilustrasi topeng yang seperti "menyatu" dengan tubuh yang menggambarkan kepercayaan suku Biak.
Sementara itu, desain kedua yang bertajuk "close-knitted", menggambarkan Salam Kumbi. Salam ini adalah gestur salam khas masyarakat suku-suku pegunungan tengah Papua.
Gestur salam ini melambangkan persaudaraan, kasih sayang, kebersamaan, dan perdamaian. Bentuk fisik salam ini dilakukan dengan menyodorkan jari telunjuk yang dibengkokkan, kemudian dijepit di antara jari telunjuk dan jari tengah lawan bersalaman.
Selain itu, ada juga ilustrasi kaki yang sedang melakukan tarian Yospan, sebuah tarian pergaulan khas Papua yang menggambarkan keceriaan dan kebersamaan dalam pergaulan muda-mudi sehari-hari.
Kehadiran koleksi Papua ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal dapat diterjemahkan ke dalam karya yang dapat dinikmati oleh generasi masa kini.
Melalui sentuhan desain yang diangkat sedemikian rupa, Island Series Papua juga menjadi pengingat bahwa sebuah identitas dan tradisi tak hanya dirawat dalam ruang adat, namun juga bisa berjalan berdampingan dengan perkembangan gaya hidup modern.
BACA JUGA:Swiss-Belhotel Pangkalpinang hadirkan promo iftar
BACA JUGA:Prediksi Usaha yang Berkembang Pada Tahun Kuda Api