Sepatu Adidas Edisi Papua Ini Keren Banget, Ada Ikon Burung Cendrawasih
Adidas Superstar Papua Series--Foto IST
BABELPOS.ID - Burung Cendrawasih yang dijuluki “Burung Surga” karena kemolekan bulunya, kini menyatu menjadi sebuah gaya hidup yang tertuang dalam sepatu.
Menjadi hewan endemik dari tanah Papua, keanggunan burung Cendrawasih saat ini dapat ditangkap lebih dekat dalam koleksi terbaru jenama fesyen olahraga asal Jerman, adidas, meluncurkan Island Series Papua pada Rabu.
Adidas melalui keterangan resminya, Kamis (19/2), menyatakan Papua menjadi koleksi keenam mereka yang mengangkat kekayaan pulau-pulau di Indonesia dalam karyanya. Koleksi Papua hadir setelah sebelumnya diluncurkan koleksi yang terinspirasi dari tanah Bali, Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Ikon burung Cendrawasih ditempatkan pada tumit sepatu. Ikon ini diambil karena bagi masyarakat Papua, Burung Cendrawasih memiliki makna spiritual mendalam karena sering digunakan dalam tarian tradisional dan hiasan adat yang melambangkan keanggunan, kekuatan, dan kehormatan masyarakat setempat.
Secara lebih luas, tanah Papua yang indah dengan keeratan masyarakat di dalamnya, menjadi inspirasi besar dalam pembuatan sepatu ini.
Beberapa elemen yang menggambarkan Papua, seperti jalur warna krem dan cokelat yang menggambarkan tanah Papua dan rumbai yang menggambarkan tekstil khas Papua tergambarkan di sepatu ini, yang juga dilengkapi dengan dua set tali sepatu, warna putih dan cokelat.
BACA JUGA:Jangan Ragu, Ini 5 Alasan Sepatu Nike Masih Layak Dibeli di 2025!
BACA JUGA:Nizuno, Sepatu Lari Carbon dari Diadora, Harga Tak Sampai Sejuta
Aksen Papua tidak hanya berhenti pada detail di sepatu, namun hingga pada boks sepatunya. Berbeda dengan boks sepatu adidas Originals pada umumnya, boks sepatu dari koleksi ini didesain dengan sentuhan Papua. Warna cokelat dan corak khas Papua pada tiga garis khas adidas menjadi daya tarik tersendiri yang membuat boks ini layak dikoleksi.
Seri Island Series Papua mengambil siluet Superstar, yang pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1969 sebagai sepatu bola basket low-top yang inovatif dengan fitur shell toe karet khasnya. Popularitas sepatu ini kemudian melejit pada 1970-an di kalangan pemain NBA sebelum akhirnya menjadi ikon di dunia fashion.
Dikenal karena desainnya yang ikonik dan abadi, terutama pada fitur shell toe (ujung karet berbentuk cangkang) yang khas, material memakai kulit full-grain berkualitas tinggi yang tahan lama, sepatu model ini akan sangat nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
Tak hanya meluncurkan sepatu, koleksi Island Series Papua juga menghadirkan kaos, hasil berkolaborasi dengan seniman lokal Papua bernama Michael Yan Davis.
Koleksi ini menjadi representasi cinta masyarakat asli Papua terhadap kampung halamannya. Terdiri atas dua kaos, koleksi ini menggambarkan relasi masyarakat Papua dengan sesama dan warisan budaya.
BACA JUGA:Shio-shio yang Beruntung pada Tahun Kuda Api
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
