Perkuat Budaya Keselamatan Perusahaan, PT Timah Tbk Gelar Webinar Keselamatan Pertambangan

Jumat 13-02-2026,17:23 WIB
Reporter : Agus Putra
Editor : Govin

Terkadang menjaga disiplin operasional bisa sulit.

Kita harus tetap waspada dan jangan pernah meremehkan risiko sekecil apa pun, bahkan jika itu bagian dari kegiatan rutin,” tambahnya.

BACA JUGA:Pansus DPRD Babel Soroti Data Tak Sinkron Penerima Plasma dan CSR Perusahaan Perkebunan Sawit

Sementara itu, Inspektur Pertambangan Junior Zulkifli Basri, yang juga bertindak sebagai pembicara, menekankan pentingnya identifikasi risiko sebelum memulai pekerjaan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas sejak awal. Pastikan lokasi kerja aman dan pahami potensi bahayanya.

Banyak kecelakaan kerja terjadi karena kelalaian dan kurangnya kesadaran akan lingkungan sekitar,” jelasnya.

BACA JUGA:Polresta Pangkalpinang Letakkan Batu Pertama Pembangunan SPPG di Kecamatan Rangkui

Ia mendorong semua pekerja untuk menumbuhkan kesadaran akan keselamatan diri sendiri, keselamatan rekan kerja, dan peralatan kerja dengan melakukan pengamatan dan evaluasi sebelum memulai pekerjaan.

“Harapan kami sederhana: pergi bekerja dengan antusias, bekerja dengan aman, dan pulang ke rumah dalam keadaan sehat,” katanya.

BACA JUGA:Polresta Pangkalpinang Letakkan Batu Pertama Pembangunan SPPG di Kecamatan Rangkui

Webinar tersebut juga menguraikan berbagai peraturan yang menjadi dasar pengelolaan keselamatan pertambangan, termasuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Pasal 14 tentang Keselamatan Pertambangan (K3 dan Keselamatan Operasional), Keputusan Menteri Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Praktik Pertambangan yang Baik, dan Keputusan Direktur Jenderal Nomor 185/K/37.04/DJB/2018 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Keselamatan Pertambangan, termasuk penerapan dan pelaporan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).

BACA JUGA:​Komisi XII DPR RI Dorong Penataan Tata Kelola Timah Lewat HPM dan Percepatan IUPR di Babel

“Operasi peleburan timah, misalnya, melibatkan proses peleburan suhu tinggi, penanganan logam cair, dan penggunaan bahan kimia berbahaya, yang membutuhkan pengendalian risiko yang ketat dan disiplin operasional yang tinggi,” tambahnya.

Pengawasan pemerintah melalui Inspektur Pertambangan juga disoroti sebagai pilar utama dalam membangun ekosistem keselamatan pertambangan nasional yang kuat, tidak hanya dengan cara represif tetapi juga melalui pendekatan preventif dan edukatif.

BACA JUGA:PT Timah Tbk Gelar FGD Tata Kelola Pertambangan dan Kemitraan, Perkuat Komitmen Perbaikan Tata Kelola

Melalui rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional, PT TIMAH Tbk menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan sebagai bagian integral dari tata kelola perusahaan yang baik dan operasi pertambangan yang bertanggung jawab.

Kategori :