Pasalnya, Desa Penutuk memiliki dua sentra persawahan utama, yakni di bagian barat dan timur.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan sistem irigasi untuk mendukung pengairan sawah.
Selama ini, petani masih mengandalkan aliran sungai tanpa dukungan infrastruktur irigasi yang memadai.
“Pintu klep untuk menahan air pasang laut juga belum ada. Saat musim barat, air sawah bercampur air asin dan bisa menyebabkan gagal panen,” terangnya.
BACA JUGA:Dilantik jadi ketua PASI Bateng, Roni targetkan juara umum Porprov
"Kami berharap dengan adanya TMMD ini bisa meningkatkan produksi padi, dan juga Sarpras pertanian juga bisa dilengkapi," tambahnya.
Program TMMD di wilayah kepulauan Desa Penutuk ini akan berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan ratusan personel TNI dari Kodim 0432/Basel dan Batalyon TP 845/Ksatria Satam Belitung.
BACA JUGA:Gebrakan Si Emak Dimulai, Noni Hidayat Arsani Ajak Kader TP-PKK se-Babel Terapkan Pola Hidup Sehat
Adapun kegiatan fisik yang dilaksanakan meliputi pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer, pembuatan satu titik sumur bor, pembangunan satu unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 200 batang pohon keras, pembersihan lingkungan, serta rehabilitasi satu unit masjid.
BACA JUGA:J Trust Bank Gelar “Gourmet Choice 2026 ke-3”
Sementara itu, kegiatan nonfisik mencakup penyuluhan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, penguatan kembali budaya gotong royong, penyuluhan kamtibmas, posyandu, serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM).
BACA JUGA:Tips Memilih Helm yang Aman dan Nyaman untuk Berkendara Ala Honda Babel
Melalui kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Daerah, program ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani Desa Penutuk.