Babel Bidik Transformasi Pariwisata 2026: Targetkan Kolaborasi Destinasi Alam dan Buatan

Selasa 10-02-2026,07:59 WIB
Reporter : Lia
Editor : Jal

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) mempertegas arah baru pengembangan sektor pariwisata pada tahun 2026. Dalam audiensi yang digelar di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur, Senin (08/02/2026), pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara potensi alam dan inovasi destinasi buatan.

​Kepala Disparbudkepora Babel, Widya Kemala Sari, menyatakan bahwa untuk meningkatkan daya saing daerah, Bangka Belitung tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan alam secara statis. Diperlukan kombinasi strategis dengan wahana hiburan untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan.

​Salah satu poin krusial yang disoroti adalah minimnya opsi hiburan di malam hari. Widya menilai, selama ini wisatawan seringkali merasa aktivitas terhenti setelah jam makan malam.

​"Kita perlu membuat kombinasi wahana hiburan. Selama ini kita masih kekurangan tempat hiburan malam seperti beach club. Wisatawan tidak cukup hanya sekadar makan; mereka butuh pengalaman lebih," ujar Widya di hadapan perwakilan pemerintah kabupaten/kota dan investor.

​Ia juga memberikan catatan khusus bagi Kota Pangkalpinang sebagai gerbang utama masuknya wisatawan. Sebagai titik singgah, Pangkalpinang dituntut untuk berinovasi lebih maksimal agar tidak hanya menjadi sekadar lintasan, tetapi juga destinasi yang mampu menahan minat pengunjung.

BACA JUGA:Scoot Buka Rute Singapura–Belitung, Wisata Negeri Laskar Pelangi Siap Bangkit

BACA JUGA:Wisata Alam Belitung Selain Pantai, Ini 12 Rekomendasi untuk Wisatawan 2026

​Selain infrastruktur fisik, Widya mengajak seluruh kabupaten/kota di Babel untuk mulai melirik sektor sport tourism dan pengadaan event yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat didukung melalui kolaborasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah tersebut.

​Senada dengan hal tersebut, Nanik, perwakilan dari investor Jagoan Wahana Indonesia, menekankan bahwa kekayaan alam Babel yang luar biasa harus dibarengi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

​Menurutnya, Babel perlu melakukan "pembenahan internal" agar memiliki mentalitas pariwisata yang teruji, layaknya Bali atau destinasi internasional lainnya.

​Audiensi ini menyimpulkan bahwa kunci kebangkitan ekonomi Babel pasca-pandemi dan di tengah kemajuan teknologi adalah keberlanjutan. Dengan mengawinkan kemurnian alam dan kreativitas wahana buatan, Bangka Belitung optimis mampu bertransformasi dari destinasi wisata lokal menuju destinasi berkelas dunia di tahun-tahun mendatang.

BACA JUGA:PT Timah Tbk Lepas 45 Unit Coral Garden di 2025, Dukung Ekosistem Laut dan Pariwisata Bahari

BACA JUGA:Desa Rias Disulap Jadi Wisata, Sekda : Kombinasi Ketahanan Pangan dan Pariwisata

Kategori :