Pesan Menteri Agama Di HAB ke 80, ASN Kemenag Dituntut Rawat Kerukunan

Sabtu 03-01-2026,17:48 WIB
Reporter : Lia
Editor : Govin

//Beri Pelayanan Berdampak dan Siap Hadapi Tantangan AI

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Pelaksana Tugas ( Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pril Marori memimpin langsung pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke - 80 dengan tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju".

Kegiatan ini berlangsung khidmat di Halaman MAN 1 Pangkalpinang, Sabtu (03/01/2026).

Dalam kesempatan ini, Plt. Kakanwil Kemenag Babel Pril Marori sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof . H. Nasarudin Umar.

BACA JUGA:Menko Yusril: KUHP Nasional dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Penegakan Hukum Masuki Era Baru

Tema HAB Ke - 80 Kementerian Agama Republik Indonesia merupakan pesan akan pentingnya membagun dan merawat kerukunan sebagai sinergi yang produktif lintas batas perbedaan identitas, keyakinan dan latar belakang sosial yang dirajut menjadi sebuah kolaborasi kuat demi kemajuan bangsa.

BACA JUGA:Tutup Tahun 2025, PT Timah Tbk Gelar Kontemplasi untuk Memperkuat Kinerja di Tahun Baru

BACA JUGA:Menko Yusril: KUHP Nasional dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Penegakan Hukum Masuki Era Baru

Hal lain yang menarik dari sambutan Menteri Agama RI adalah.

Dimana ia mengingatkan tentang Artificial Intelligence ( AI) atau kecerdasan buatan.

Dengan AI mampu menghantarkan perubahan yang berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks dan penuh ketikapastian.

Sehingga khususnya bagi seluruh jajaran ASN Kementerian Agama tidak boleh sekedar menjadi penonton melainkan juga harus memiliki kedaulatan AI.

BACA JUGA:PSSI Resmi Tunjuk John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia yang Baru

BACA JUGA:Dir Intelkam Polda Kep. Babel Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri Polri

Setiap ASN Kemenag harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk dan mencerahkan. Harus mengawal AI agar menjadi sarana pemersatu dan penguat kerukunan, tidak menjadi pemicu disinformasi atau perpecahan.

Kategori :