AKANKAH indah pada waktunya, ketika hidup lebih banyak terkapar di atas tilam nan empuk memandang langit-langit kamar, dan berucap: Semua sudah ada yang mengatur? Oleh: Syahril Sahidir - CEO Babel Pos Grup -- \\\'\\\'SAYA lihat Bapak seperti kusut bener... memang kenapa?\\\'\\\' \\\'\\\'Yah... bener... tampaknya saya harus \\\'Nyalon\\\' ni... biar enak...\\\'\\\' \\\'\\\'Oh.. pantas kusut.. \\\'Nyalon\\\' apa Pak? Caleg atau Kepala daerah?\\\'\\\' \\\'\\\'Kok ke situ?\\\'\\\' \\\'\\\'Lah Iya... Dimana rencananya, Pak?\\\'\\\' \\\'\\\'Di sinilah?\\\'\\\' \\\'\\\'Memang Bapak punya budget berapa? Ada Rp 10 milyar?\\\'\\\' \\\'\\\'Sekedar \\\'nyalon\\\' pakai di-budget segala?\\\'\\\' \\\'\\\'Maaf... Bapak mau \\\'nyalon\\\' apa?\\\'\\\' \\\'\\\'\\\'Nyalon\\\' rambut sekaligus pijat....\\\'\\\' \\\'\\\'Oh....\\\'\\\' *** MESKI 2024 masih begitu lama, namun semangat dan peminat sudah mulai bermunculan. Anehnya, meski pemilihan langsung dengan nama kandidat sebagai \\\'jualan\\\' utama seperti sekarang ini, tapi masih begitu banyak yang hanya bermodal \\\'ngetop\\\' semata. Padahal, dalam setiap survey, hal yang selalu menjadi bahan ulasan adalah popularitas dan elektabilitas. Popularitas memang menjadi kunci pertama. Modal pertama untuk terjun ke dunia politik yang berkaitan dengan pemilihan langsung adalah, \\\'ngetop\\\'. Jadi siapapun yang berminat, berusahalah untuk ngetop dulu. Jika sudah ngetop, maka langkah berikutnya adalah target elektabilitas. Apa itu? Kalau ini diterjemahkan secara politis berarti tingkat keterpilihan dari orang-orang yang sudah ngetop tadi. Hanya saja, yang sering terjadi adalah seseorang yang sudah merasa populer kerap kali lupa diri dan merasa sudah layak untuk mencalonkan diri. Seolah variabel popularitas itu saja sudah cukup untuk mencapai ambisi jabatan politik yang empuk. Padahal untuk sekedar mengejar popularitas tidaklah susah. Rajin bermedsos ria, rajin muncul di media massa, pasang spanduk atau baliho, buat jargon yang akrab di telinga massa, bentuk tim sukses, dalam tempo singkat popularitas akan langsung terangkat. Kunci pertama begitu mudah dibuka. Masuk ke kunci atau variabel kedua, yaitu elektabilitas. Dalam politik, variabel kedua yaitu elektabilitas ini akan sangat ditentukan berbagai faktor. Mulai dari faktor ekonomi, politik, sosial kemasyarakatan, etika, estetika, moral, agama, bahkan perilaku masa lalu juga terkadang menjadi penentu. Variabel elektabilitas ini memang terkadang menyakitkan. Hal-hal yang kadang diluar dugaan bisa muncul. Adakalanya, perilaku publik hanya senang seseorang itu berada di posisi tertentu, bukan di jabatan politik. Dikenal, ngetop, dan populer di tengah rakyat bukan berarti membuat rakyat merasa orang ini patut diangkat jadi pemimpin? Ada kalanya rakyat merasa orang itu jangan diangkat jadi pemimpin, biarlah dia menjadi bagian penyeimbang di pemerintahan.... Hanya saja, meski sudah dinilai tak patut dan tak pantas jadi pemimpin, namun kadang tak sadar diri. Padahal merasa sudah terkenal dan dikenal saja taklah cukup. Bahkan justru kadang karena sudah terkenal dan dikenal, rakyat merasa orang itu tak patut jadi pemimpin. Kesalahan orang lain terletak di mata kita, tetapi kesalahan kita terletak di Punggung kita. Kata orang-orang tua: Rajinlah-rajilan mengukur baju di badan....***
Akankah Indah Pada Waktunya?
Senin 29-11-2021,08:51 WIB
Editor : babelpos
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 19-10-2026,16:34 WIB
Bos Timah Afat Cs Kembali Jalani Sidang Tipikor
Senin 19-10-2026,16:58 WIB
Dukung Pertumbuhan UMKM, BSB Cabang Koba Perluas Promosi Titik Kumpul Mie & Kopi
Senin 19-10-2026,09:43 WIB
Dekatkan Layanan ke Desa, PLN dan Wamendagri Dorong Transaksi Listrik Mudah Lewat KDKMP di Jawa Barat
Senin 19-10-2026,14:27 WIB
Berlangsung di GOR Depati Bahrin, Putaran Final Liga Super PBVSI Babel Resmi Bergulir
Senin 19-10-2026,14:11 WIB
Polres Bangka Barat Amankan Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan Maut di Parittiga
Terkini
Senin 19-10-2026,23:07 WIB
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Bangka Barat Salurkan Bantuan Sosial kepada Warga Tanjung
Senin 19-10-2026,23:06 WIB
BD Sabu Di Tempilang Tak Berkutik Digrebek Sedang Tidur
Senin 19-10-2026,23:06 WIB
Tambang Timah Ilegal Di Belembang Dihentikan Polairud
Senin 19-10-2026,20:28 WIB
Kanwil Kemenkum Babel Hadiri Forum Nasional Pembangunan Hukum Tahun 2026
Senin 19-10-2026,20:26 WIB