Darol Arkum Menjadi Pembicara Konferensi Internasional di Nanyang Technological University Singapura
Darol Arkum bersama Prof. Dr. Eko Prasojo, Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia--Foto IST
BABELPOS.ID — Darol Arkum sekaligus Rektor Institut Pahlawan 12, menjadi pembicara dalam Konferensi Internasional yang digelar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Dalam forum bergengsi tersebut, ia memaparkan kajian mengenai pengaruh inovasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di Indonesia.
Konferensi yang dihadiri akademisi dan peneliti dari berbagai negara itu menjadi ajang pertukaran gagasan mengenai kebijakan pembangunan berbasis bukti. Darol mempresentasikan hasil penelitiannya yang menantang asumsi umum bahwa inovasi selalu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
"Dalam konferensi ini saya ingin menyampaikan temuan yang berbeda, tetapi penting untuk didiskusikan secara ilmiah. Berdasarkan data dan hasl analisis, inovasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Darol Arkum.
Hasil kajian tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini kontras dengan narasi dominan yang menempatkan investasi pendidikan dan kesehatan sebagai kunci utama pertumbuhan.
BACA JUGA:Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Industri Kecil & Menengah Puji Inovasi Olahan Hasil Laut
Namun, penelitian Darol menemukan dua variabel yang berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni angka harapan hidup dan partisipasi angkatan kerja. Kedua indikator tersebut dinilai lebih menentukan dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan inovasi dan pembangunan SDM secara umum.
"Angka harapan hidup yang meningkat mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik, sehingga produktivitas terjaga. Sementara partisipasi angkatan kerja yang tinggi berarti lebih banyak tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas ekonomi. Keduanya terbukti berpengaruh positif," jelasnya.
Darol menegaskan, temuan ini bukan berarti inovasi dan pembangunan SDM tidak penting. Ia menekankan perlunya kajian lebih mendalam mengenai mekanisme transmisi inovasi dan kualitas SDM terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Implikasi kebijakannya adalah kita perlu memastikan inovasi dan pembangunan SDM benar-benar terhubung dengan sektor produktif. Tanpa konektivitas itu, investasi besar dalam inovasi dan pendidikan tidak otomatis mendorong pertumbuhan," pungkasnya.
Partisipasi Darol dalam konferensi internasional di Nanyang Technological University tersebut diharapkan memperkaya diskusi akademik mengenai strategi pembangunan Indonesia dan memperkuat jejaring penelitian lintas negara.
BACA JUGA:Rektor Institut Pahlawan 12 Diundang sebagai Pembicara Konferensi Internasional di Vietnam
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
