Delapan Titik KNMP di Basel Dikebut, Pengawasan Jadi Kunci
--
BABELPOS.ID, TOBOALI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) telah mendapatkan 8 titik pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Pemkab Basel menargetkan 11 Desember 2026 pembangunan KNMP tersebut diprediksikan selesai.
Namun, kendati demikian tidak hanya sekedar kembangkan fisik saja, tetapi bagaimana bangunan ini nantinya memiliki manfaat yang nyata bagi nelayan.
BACA JUGA:Delapan Kampung Nelayan Merah Putih Dikebut, Riza Herdavid Targetkan Rampung 11 Desember
Hal ini disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Ade Tajudin Sutiawarman, menekankan pentingnya pemantauan dan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) berjalan sesuai perencanaan dan target yang telah ditetapkan.
"Pengawasan tidak hanya berfokus pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga memastikan program tersebut memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat perekonomian kawasan pesisir," ujarnya, Jum'at (23/10).
BACA JUGA:Huawei Rilis Nova 16s Series, Kamera Besar, Harga Mulai 11 Jutaan
Dikatakannya, melalui rapat koordinasi ini nantinya seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait perkembangan pembangunan, berbagai kendala di lapangan, serta langkah-langkah percepatan yang diperlukan.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, dan pihak terkait dinilai menjadi faktor penting dalam mengawal pelaksanaan program hingga tahap penyelesaian.
Selain itu, program KNMP merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dikelola KKP untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
BACA JUGA:DKUP Bangka Barat Dampingi Manajer KDKMP Jalankan Bisnis
"Melalui pengembangan kawasan nelayan yang terintegrasi, program ini diharapkan mampu mendorong produktivitas sektor perikanan, membuka peluang ekonomi baru, serta mewujudkan masyarakat nelayan yang lebih sejahtera dan mandiri," terangnya.
"Dengan pengawasan berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, pembangunan tersebut diharapkan tidak sekadar menghadirkan sarana dan prasarana, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
