Mewujudkan Mimpi Tak Lagi Impor Bahan Bakar Minyak
BBM B50--Foto Ant
Oleh Teguh Imam Wibowo
--------------------------------------------
BABELPOS.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto punya tekad kuat dalam menggapai ketahanan energi. Sejumlah program pun disiapkan untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakar yang sebagian masih harus diimpor itu.
Bayangkan, betapa banyak dana yang harus dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk menjaga pasokan BBM dalam negeri. Dalam satu tahun, total kebutuhan nasional pada 2026 untuk bensin mencapai sekitar 38,1 juta kiloliter, sedangkan solar 40,6 juta kiloliter.
Bensin adalah jenis BBM yang paling banyak diimpor, karena produksi dalam negeri 14,27 juta KL. Sisanya 23,83 juta KL diimpor. Dua negara terbesar pemasok impor jenis ini adalah Singapura dan Malaysia. Sementara untuk solar, angka impor sudah ditekan menjadi hanya 6,26 persen karena realisasi program B40 dan B50 di dalam negeri. Bahkan, impor solar akan dihentikan total karena B50, sehingga Indonesia dapat menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun.
Meski kuota impor telah berkurang, namun tetap saja kondisi geopolitik akan mempengaruhi kemampuan dalam memenuhi BBM dalam negeri. Nilai tukar dolar AS yang menguat dibanding rupiah, pasokan yang terhambat karena konflik di Timur Tengah, membuat pasokan tak ada kepastian.
Sejumlah negara di Eropa kini mulai kelimpungan. Prancis, misalnya, Presiden Emmanuel Macron mendesak jajaran pemerintahannya untuk melakukan segala upaya guna mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut. Harga BBM yang melonjak setelah berlangsungnya konflik yang melibatkan Iran pada Februari 2026 akan tetap tinggi dalam waktu lama.
Harga solar di negara Prancis telah mencapai 2,30 euro (sekitar Rp46.809) per liter, sedangkan bensin mencapai 2,10 euro (sekitar Rp42.738) per liter. Angka ini lebih tinggi 30 persen dibandingkan sebelum krisis.
Macron, bahkan sampai meminta pelonggaran spesifikasi kualitas BBM agar kilang minyak lokal dapat beroperasi lebih fleksibel dan meningkatkan volume produksi hingga 20 persen.
BACA JUGA:Beasiswa Kuliah untuk 150 Ribu Guru
BACA JUGA:Menhut Minta Pendinginan Karhutla Kalbar Dimasifkan
Indonesia patut berbangga dan bersyukur dikaruniai kekayaan alam yang berlimpah. Masih banyak alternatif-alternatif lain yang dapat digunakan untuk mendukung ketahanan nasional, baik pangan maupun energi. Dua hal yang sangat vital dalam menjaga kondisi negara tetap stabil.
Untuk beras, Indonesia tak lagi impor sejak dua tahun terakhir. Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Perum Bulog, hingga saat ini mencapai 4,7 juta ton per 14 September 2026.
Untuk energi, Program B50 atau biosolar, kini memasuki tahap yang terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. B50 telah melewati uji tambang hingga 1.000 jam. Hasilnya, tidak ada kendala.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
