Perkebunan Sawit Rakyat di Belitung Meningkat, Luas Capai 7.302 Hektare
Tim DKPP Belitung melakukan pengecekan ke salah satu kawasan perkebunan sawit rakyat yang masuk dalam program Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) Tahun 2026-- (dok. ANTARA)--
BABELPOS.ID, TANJUNGPANDAN – Perkebunan kelapa sawit rakyat mulai menjadi pilihan baru masyarakat Kabupaten Belitung.
Selain dinilai mampu memberikan pendapatan berkelanjutan, harga tandan buah segar (TBS) yang relatif tinggi ikut mendorong masyarakat memperluas kebun.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Belitung Tenny Meireni mengatakan minat masyarakat terhadap perkebunan sawit rakyat terus meningkat.
Menurutnya, hasil panen yang dinilai mampu menopang pendapatan menjadi salah satu alasan komoditas tersebut semakin diminati.
"Sektor perkebunan sawit rakyat sekarang mulai diminati masyarakat karena hasil panen mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Tenny, dikutip dari Antara, Kamis (20/8/2026).
BACA JUGA:Rekap Transfer Pemain Liga Italia 2026/27, Inter dan AC Milan Paling Sibuk
Luas Kebun Sawit Rakyat Capai 7.302 Hektare
Data DKPP Belitung mencatat luas perkebunan sawit rakyat pada 2025 mencapai 7.302,55 hektare.
Kebun tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Belitung.
Sementara untuk data luas perkebunan sawit rakyat tahun 2026 masih dalam proses rekapitulasi.
Tenny memperkirakan luasan tersebut akan kembali bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat untuk mengembangkan komoditas kelapa sawit.
"Untuk luas kebun sawit rakyat tahun 2026 masih dalam tahap rekapitulasi dan diperkirakan luas kebun sawit makin bertambah," jelasnya.
BACA JUGA:Buser Naga Tangkap Pelaku Pencurian di 5 TKP Pangkalpinang
Menurut Tenny, kelapa sawit kini mulai menjadi salah satu komoditas yang menarik perhatian masyarakat Belitung. Faktor utamanya adalah potensi hasil panen dan harga TBS yang cukup menjanjikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
