Kapolda Babel Pastikan Belitung Timur Kondusif Usai Kericuhan

Kapolda Babel Pastikan Belitung Timur Kondusif Usai Kericuhan

Kepala Polda Kepulauan Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing. (dok. ANTARA)--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol. Viktor T. Sihombing memastikan situasi keamanan di Kabupaten Belitung Timur kembali kondusif setelah demonstrasi penambang timah berujung ricuh pada Jumat (7/8).

"Suasana di Belitung Timur sekarang ini sudah aman, kondusif dan semuanya sudah dikonsolidasikan," kata Viktor usai apel gelar pasukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Pangkalpinang, Senin.

BACA JUGA:Sambut HUT ke-81 RI, PLN UIK Dwipantara Jaga Keandalan Pembangkit di Maluku

Ia mengatakan kepolisian telah melakukan konsolidasi untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah terulangnya kericuhan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Kapolda mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi melalui mekanisme sesuai ketentuan dan memastikan kepolisian tetap membuka ruang untuk memfasilitasi penyampaian aspirasi secara tertib dan aman.

"Kami mengajak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kepolisian tentunya tetap membuka ruang untuk membantu memfasilitasi penyampaian aspirasi masyarakat secara tertib, aman dan sesuai aturan berlaku," katanya.

BACA JUGA:Bacakan Pledoi, Terdakwa Yulhaidir Tidak Terima Disebut JPU Dana di Rekening Anak Sebagai Kekayaan Pribadinya

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani juga mengatakan situasi keamanan di Belitung Timur telah terkendali dan pemerintah bersama TNI-Polri terus memantau perkembangan kondisi di wilayah tersebut.

Aksi penambang sebelumnya antara lain berkaitan dengan aspirasi mengenai harga bijih timah.

 Pemerintah daerah bersama PT Timah dan pemangku kepentingan terkait telah menyepakati harga beli bijih timah rakyat di Belitung Timur sebesar Rp200.000 per kilogram.

BACA JUGA:Ketua DPRD Babel Bantah Lakukan Rapat Pemakzulan Wagub Helyana

Hidayat mengatakan harga Rp200.000 per kilogram tersebut diharapkan dapat menjawab tuntutan penambang sekaligus memperbaiki tata kelola pertambangan timah.

"Kita sudah memenuhi tuntutan masyarakat penambang timah di Belitung Timur yang menuntut harga timah Rp200.000 per kilogram," katanya.

Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, kata Hidayat, akan terus memantau dan memperbaiki tata kelola pertambangan timah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait