PLN Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Pemasangan PLTS bagi 30 Pelajar di Kupang
Suasana pelatihan dan sertifikasi lima guru SMK Negeri 2 Kupang di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Jakarta pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.--
BABELPOS.ID, KUPANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor memfasilitasi sertifikasi kompetensi bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi 30 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Kupang.
Hal ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia di bidang energi baru terbarukan.
BACA JUGA:Eksepsi 7 Bos Timah Kandas, Impian Hirup Udara Bebas Pun Sirna
Para siswa mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi Pelaksana Madya Pembangunan dan Pemasangan PLTS yang dilaksanakan pada Sabtu (26/9).
Kegiatan yang didukung melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UPK Timor tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) APEI Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sebanyak 30 peserta berasal dari Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan, Konsentrasi Keahlian Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin (TESHA) SMK Negeri 2 Kupang.
BACA JUGA:Baru Bebas Agustus, Residivis 2 Kali Ditangkap Lagi Usai Bobol Rumah di Pangkalpinang
Kepala SMK Negeri 2 Kupang, Hebner Dakabesi, mengapresiasi dukungan PLN UPK Timor dalam meningkatkan kompetensi guru dan siswa, khususnya di bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru dan siswa.
Sertifikasi ini menjadi nilai tambah bagi peserta didik ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” ujar Hebner.
BACA JUGA:83.960 Posbankum Selesaikan 14.000 Kasus, Negara Hemat Rp1,2 Triliun
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Sujana, mengatakan peningkatan kompetensi generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan industri energi, termasuk transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih.
BACA JUGA:Ini Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmat 2026-2031
“Perkembangan energi baru terbarukan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang teruji dan diakui.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
