SNV Bekali Penyuluh dan Petani Beltim 5 Materi Budidaya Lada Tangguh Hadapi Perubahan Iklim
Advisor SNV, Sutresniwati yang memberikan pembekalan kepada penyuluh, petani, dan siswa SMK Pertanian dalam pelatihan TOT budidaya lada adaptif terhadap perubahan iklim di Guest Hotel Manggar, Kamis (6/8/2026)-Muchlis Ilham/BE---
BABELPOS.ID, MANGGAR – Program SOLUSI yang diimplementasikan SNV memberikan pembekalan kepada penyuluh pertanian, petani, dan siswa SMK Pertanian di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Training of Trainers (TOT) budidaya lada adaptif terhadap perubahan iklim.
Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan ketahanan komoditas lada melalui penerapan teknologi dan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.
Advisor SNV, Sutresniwati, mengatakan pelatihan menghadirkan lima materi utama yang saling berkaitan, mulai dari pemahaman perubahan iklim hingga teknik panen dan pengolahan pascapanen.
Menurutnya, peserta terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai cuaca, iklim, penyebab perubahan iklim, serta langkah-langkah adaptasi yang dapat dilakukan petani untuk mengurangi risiko terhadap budidaya lada.
BACA JUGA:Polresta Pangkalpinang Bongkar Jaringan Ganja dari Yogyakarta, Kurir Ngaku Sudah Terima 33 Kg
"Topik pertama adalah pengenalan perubahan iklim, mulai dari memahami cuaca dan iklim, penyebab perubahan iklim, hingga bagaimana cara beradaptasi untuk meminimalkan risiko terhadap usaha tani lada," ujar Sutresniwati, usai pembukaan kegiatan TOT bersama Sekolah Tani Indonesia, Kamis (6/8/2026) di Guest Hotel Manggar.
Penerapan Sistem Agroforestri Lada
Materi kedua membahas penerapan sistem agroforestri lada.
Dalam konsep tersebut, kebun lada tidak hanya ditanami satu jenis tanaman, tetapi dikembangkan menjadi kebun campuran dengan pohon pelindung berkanopi tinggi, tanaman lada sebagai kanopi sedang, serta tanaman penutup tanah.
Tanaman penutup tanah yang diperkenalkan antara lain nilam, cikur, dan kacang tanah. Selain memberikan nilai ekonomi tambahan, tanaman tersebut juga berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem kebun dan meningkatkan ketahanan lahan terhadap dampak perubahan iklim.
Pada materi ketiga, peserta memperoleh pengetahuan mengenai persiapan lahan dan teknik penanaman.
BACA JUGA:BNN Sambangi PT Timah, Perkuat Sinergi Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dari Narkoba
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan bibit sambung pucuk (top grafting) untuk mengatasi penyakit busuk pangkal batang (BPB) dan penyakit kuning yang selama ini menjadi kendala utama budidaya lada.
Dalam metode tersebut, batang bawah menggunakan tanaman malada atau cabai Jawa yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap serangan jamur penyebab busuk pangkal batang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
