BPBD Belitung Waspadai Karhutla, Warga Diminta Tidak Bakar Lahan Saat Kemarau

BPBD Belitung Waspadai Karhutla, Warga Diminta Tidak Bakar Lahan Saat Kemarau

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung, Zainal Harison --(Doddy BE)--

BABELPOS.ID, TANJUNGPANDAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung, Zainal Harison, mengatakan cuaca panas terik yang disertai angin kencang membuat kondisi lingkungan menjadi sangat rentan terbakar. 

Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran seperti membuang puntung rokok sembarangan.

BACA JUGA:DPRD Babel Sikapi Carut Marut BBM Khusus Nelayan

“Sekecil apa pun sumber api dapat memicu kebakaran yang lebih besar karena kondisi rumput dan semak belukar saat ini sangat kering,” kata Zainal kepada Belitong Ekspres, Selasa (28/07/2026).

Menurut Zainal, dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus kebakaran lahan di wilayah Tanjungpandan dan sekitarnya.

Petugas rata-rata menangani dua hingga empat kasus kebakaran lahan setiap hari.

Sementara ini, puncak kejadian terjadi pada Minggu (26/07), ketika petugas harus memadamkan lima titik kebakaran yang tersebar mulai dari wilayah Tanjungpandan hingga arah Membalong.

BACA JUGA:Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan, DKPPKB Bangka Selatan Gelar Pelatihan Pengelolaan Limbah Medis

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau yang dipengaruhi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Agustus atau awal September, bahkan berpotensi lebih lama.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD menyiagakan seluruh personel Pemadam Kebakaran (Damkar) selama 24 jam. 

Namun demikian, Zainal mengakui terdapat tantangan ketika beberapa kejadian kebakaran terjadi secara bersamaan.

“Apabila seluruh armada sedang bertugas di beberapa lokasi, laporan baru yang masuk tentu tidak bisa langsung ditangani secara instan.

Karena itu kami menerapkan skala prioritas, terutama pada lokasi kebakaran yang dekat dengan permukiman warga,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: