Dishub Babel: Perbaikan Pelabuhan Sadai Membutuhkan Rp64 miliar

Dishub Babel: Perbaikan Pelabuhan Sadai Membutuhkan Rp64 miliar

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Babel, M Haris. (Foto: Antara)--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan perbaikan dermaga Pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan membutuhkan anggaran Rp64 miliar agar pelabuhan penyeberangan antarpulau tersebut kembali lancar.

"Saat ini Pelabuhan Sadai ini belum bisa dioperasikan karena kondisinya tidak memungkinkan sehingga mengancam keselamatan pelayaran kapal," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Babel, M Haris di Pangkalpinang, Selasa.

BACA JUGA:Kapolresta Pangkalpinang Tanam Mangrove di DAS Teluk Bayur, Wujud Komitmen Jaga Lingkungan

Ia mengatakan berdasarkan rapat koordinasi dengan Pemkab Kabupaten Bangka Selatan dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah disusun dokumen Detail Engineering Design (DED) perbaikan dermaga Pelabuhan Sadai yang mencapai Rp64 miliar, guna mempercepat perbaikan pelabuhan tersebut.

BACA JUGA:Satu-satunya Tim Belum Kebobolan, Modal Kuat Spanyol Juara Dunia

"Dana perbaikan dermaga ini cukup besar, sehingga harus dilakukan secara bersama-sama. Misalnya anggaran dari kementerian berapa, provinsi dan kabupaten berapa untuk memperbaiki kerusakan dermaga di Pelabuhan Sadai ini," katanya.

Ia menyatakan Pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan ini merupakan pelabuhan penyeberangan kapal penumpang maupun barang rute Pelabuhan Tanjung Ru Kabupaten Belitung, sehingga keberadaan pelabuhan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di dua kabupaten tersebut.

BACA JUGA:Wujudkan Harapan Warga, Gubernur Hidayat Arsani Mulai Pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang

"Keberadaan pelabuhan ini sangat vital, sehingga diperlukan langkah cepat untuk memperbaiki dermaga yang mengalami kerusakan di Pelabuhan Sadai ini," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan Benny Supratama mengatakan kerusakan dermaga di Pelabuhan Sadai ini diduga karena faktor alam dan kondisi konstruksi yang telah berusia cukup lama dan diperparah oleh korosi akibat paparan air laut dalam jangka waktu yang panjang.

BACA JUGA:Program SELANGKAH untuk Deteksi Dini Kanker Payudara, Pemkab Bateng Kolaborasi Bersama RS Siloam Hospital

"Saat ini aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sadai untuk sementara dihentikan, guna menjamin keselamatan pengguna jasa serta mendukung proses penanganan dan perbaikan," katanya.

BACA JUGA:Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang Resmi Dimulai, Perluas Akses Pendidikan Masyarakat

BACA JUGA:Wujudkan Harapan Warga, Gubernur Hidayat Arsani Mulai Pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait