JKN Hampir 99 Persen Cakup Warga Babel, BPJS Kesehatan: Peserta Aktif Baru 83 Persen

JKN Hampir 99 Persen Cakup Warga Babel, BPJS Kesehatan: Peserta Aktif Baru 83 Persen

Kepala BPJS Kesehatan Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita.--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANGBPJS Kesehatan terus mendorong penguatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui peningkatan kepesertaan aktif, kepatuhan pembayaran iuran, serta perbaikan mutu layanan kesehatan.

Meski cakupan kepesertaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mendekati 99 persen, jumlah peserta yang aktif masih berada di kisaran 83 persen.

Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, usai mengikuti kegiatan Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang digelar secara virtual melalui Zoom, Kamis (2/7/2026). 

BACA JUGA:Tampilan Sangar, MG U9 Black Edition Dijual Mulai Rp1 Miliar

Kegiatan tersebut dipusatkan di Jakarta dan diikuti seluruh kantor BPJS Kesehatan di Indonesia dengan mengusung tema "JKN Kuat, Rakyat Sehat, Ekonomi Melesat."

Aswalmi mengatakan, Public Expose merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk transparansi BPJS Kesehatan kepada masyarakat terkait pelaksanaan Program JKN, baik dari sisi pengelolaan program maupun keuangan.

BACA JUGA:Ternyata Alpukat Bisa Bantu Mengelola Gula Darah

"Ini merupakan bentuk transparansi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional kepada publik. Kami berharap media dapat mempublikasikan hasil public expose ini secara luas sehingga masyarakat memahami perkembangan pelaksanaan JKN dan kesadarannya untuk mendukung program ini terus meningkat," kata Aswalmi.

BACA JUGA:Kejati Babel Geledah BNI Jakarta, Tercium Aroma Tak Sedap di Warisan PT Koba Tin

Ia menjelaskan, pada semester pertama tahun ini jumlah peserta JKN terus mengalami peningkatan. Namun, kenaikan jumlah peserta tersebut juga diikuti dengan meningkatnya belanja layanan kesehatan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama di Bangka Belitung. Sebab, pertumbuhan penerimaan iuran tidak sebanding dengan peningkatan biaya pelayanan kesehatan.

BACA JUGA:Kapolresta Pangkalpinang Cek Ruang Tahanan, Pastikan Hak Tahanan Terpenuhi dan Petugas Tak Lengah

"Kalau kita lihat di Bangka Belitung, peningkatan penerimaan iuran dengan belanja layanan kesehatan tidak linear. Belanja layanan kesehatan meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan peningkatan penerimaan iuran. Bahkan secara nasional kondisinya juga sama, belanja layanan kesehatan lebih besar dibanding penerimaan iuran," ujarnya.

Aswalmi menegaskan, Program JKN telah memberikan manfaat besar bagi jutaan masyarakat Indonesia. Karena itu, keberlanjutan program harus dijaga bersama melalui penguatan tiga pilar utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: