Pemkab Basel Targetkan Ramp MB Selesai Dalam Dua Bulan, Alokasikan Rp.1 Miliar
--
BABELPOS.ID, TOBOALI - Usai amblasnya Moveable Bridge (Ramp MB) atau jembatan bergerak yang berfungsi sebagai penghubung antara dermaga dan kapal penyeberangan, di Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) targetkan dua bulan selesai perbaikannya.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sadai untuk sementara dihentikan guna menjamin keselamatan pengguna jasa serta mendukung proses penanganan dan perbaikan.
BACA JUGA:FKPT & FKDT Bangka Wisuda Ratusan Santri, Cegah Buta Aksara Al-Quran
Pemantauan Ramp MB ini langsung didatangi oleh Gubernur Bangka Belitung Dr.(HC) Hidayat Arsani dengan didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Basel Benny Supratama mewakili Bupati Riza Herdavid.
"Kerusakan yang terjadi diduga dipengaruhi faktor alam.
Kondisi konstruksi yang telah berusia cukup lama diperparah oleh korosi akibat paparan air laut dalam jangka waktu yang panjang," ucap Benny, Selasa (23/06).
BACA JUGA:Herman Fu Kembalikan Uang Kerugian Negara Rp 500 Juta ke Kejari Bateng
Khusus untuk satu perjalanan yang telah memiliki perizinan dan muatan yang harus segera diseberangkan, Bapak Gubernur mengarahkan agar penyeberangan dapat dilaksanakan satu kali dengan berkoordinasi bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator layanan penyeberangan.
BACA JUGA:PT Timah Perkuat Implementasi Responsible Mining melalui Sosialisasi RMI-RMAP
Menurutnya, pelaksanaan penyeberangan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan persetujuan Syahbandar, yakni pejabat pemerintah yang berwenang dalam pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan, serta dengan penerapan langkah-langkah penanganan tambahan guna memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Resmikan 21,03 Km Jalan di Babel: Tingkatkan Konektivitas Daerah
"Untuk pelayanan penyeberangan selanjutnya, sementara waktu dihentikan sampai proses rehabilitasi Ramp MB selesai dilaksanakan.
Kami berharap pihak pemilik maupun operator kapal dapat mengalihkan pelayanan operasional ke pelabuhan alternatif lainnya yang memungkinkan, tentunya setelah memperoleh izin dari instansi terkait dan sesuai ketentuan yang berlaku,"Jelasnya.
Dikatakan Benny, Pemkab telah bergerak cepat dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi fasilitas penyeberangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
