BPJ Pastikan Pemerintah Tetap Pertahankan Harga BBM Subsidi Hingga Tahun Depan
Rapat koordinasi bersama Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Se- Bangka Belitung --
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya memastikan bahwa pemerintah pusat dengan kebijakannya di tengah kondisi geopolitik global yang tak menentu saat ini, maka tidak akan menaikan harga BBM subsidi seperti petralite dan bahkan harga yang saat ini tetap dipertahankan.
Hal ini disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil Bangka Belitung itu usai menghadiri rapat koordinasi bersama Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Se- Bangka Belitung baru -baru ini di Pangkalpinang.
BACA JUGA:116 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Diskon Tambah Daya 50% PLN
"Saya pikir tidak masalah dengan harga BBM subdisi karena pemerintah kita sudah menjamin itu bahkan untuk jenis BBM non subsidi pemerintah juga tetap berusaha mengendalikan agar harganya tidak naik terlalu tinggi, makanya pemerintah tidak akan melepas begitu saja," ujar mantan Ketua DPD Golkar Bangka Belitung itu.
Ia menyebut untuk jenis pertamax pemerintah juga menyesuaikan dengan harganya stabil yang tetap dipertahankan sekitar Rp.12.300 sedangkan untuk pertamax Turbo, dexlite dan pertamax dex dengan oktan tinggi maka harganya naik.
Sedangkan untuk bio solar juga tetap dipertahankan dengan harga subdisi.
BACA JUGA:Dukung Pelestarian Seni Rebana, PT Timah Bantu Grup AS-Saaddah Desa Lalang Belitung Timur
" Saya yakin pemerintah masih menjaga dengan harga BBM subsidi yang cukup terjangkau karena peruntukannya untuk masyarakat," ujarnya.
Bahkan Bambang juga memperkirakan di tahun 2027 harga BBM subsidi juga tidak akan banyak bergeser.
Ini sesuai dengan keinginan presiden bahwa penyediaan energi ini berkeadilan dan berkesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat.
BACA JUGA:Puslitbang Polri Gelar Penelitian Penanganan Unjuk Rasa di Polresta Pangkalpinang
"Dimasa masa sulit ini, pemerintah berkeinginan agar stok BBM subsidi maupub harga di masyarakat tidak terganggu, makanya BBM subdisi ini adalah salah satu hal yang sangat mendasar untuk dipertahankan," tutur pria yang juga merupakan pengusaha ini.
BPJ panggilan akrabnya juga optimis atas kebijakan untuk mengarah terhadap penggunaan bahan bakar biodiesel B50 (campuran 50% minyak sawit dan 50% solar) maka pemerintah dapat mengurangi 10 persen dari ketergantungan impor solar.
BACA JUGA:Korupsi Hibah KONI Bangka Tunggu Audit BPKP, 28 Orang Sudah Diperiksa
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
