Pantau Pelaksanaan Haji 2026, Ini Sorotan Ombudsman Babel
Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 --
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG — Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 secara menyeluruh.
Pengawasan dimulai dari koordinasi awal dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji Bangka Belitung (28/4), pemantauan pelayanan di Asrama Haji (30/4), hingga pengawasan proses keberangkatan jemaah di Gedung VIP Bandara Depati Amir (4/5).
Pengawasan ini bertujuan memastikan setiap tahapan pelayanan publik berjalan optimal, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
BACA JUGA:Tim Beruang Hitam & Satresnarkoba Polres Bangka Gulung Pengedar Sabu!
Secara umum, Ombudsman Babel menilai pelaksanaan layanan haji tahun ini hingga tahap keberangkatan jemaah berjalan relatif lancar, yang ditandai dengan tidak adanya komplain signifikan dari jemaah.
Atas capaian tersebut, Ombudsman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya Kanwil Kemenhaj Bangka Belitung sebagai lembaga yang relatif baru namun telah menunjukkan upaya maksimal dalam melayani 1.074 jemaah haji.
BACA JUGA:Kloter 9 Resmi Diberangkatkan, 194 Jamaah Haji Terakhir Babel Bertolak ke Tanah Suci
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh pihak, khususnya Kanwil Kemenhaj Babel, yang sebagai lembaga baru mampu menyelenggarakan pelayanan dalam skala besar dengan cukup baik.
Ini menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kgs. Chris Fither, Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
BACA JUGA:Bupati Markus Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD Terkait LKPJ 2025
Selain itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dinilai responsif dalam memberikan pendampingan kepada jemaah, khususnya kelompok lanjut usia.
Pendampingan dilakukan sejak jemaah memasuki asrama hingga proses keberangkatan ke pesawat, sehingga kelompok rentan mendapatkan perhatian yang memadai.
“Pendampingan terhadap jemaah lansia sudah berjalan dengan baik dan ini patut diapresiasi.
Ke depan, pola pendampingan ini perlu terus diperkuat agar seluruh jemaah merasa lebih terbantu dan terlayani,” tambah Fither.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
