Dari Changi ke TJQ: Menyambut Turis dengan QRIS di Pantai Eksotis
Ardi Pratama--Foto IST
Oleh: Ardi Pratama
Manajer Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP
-------------------------------------------
Tiga Mei 2026 akan menjadi sejarah baru bagi pariwisata Belitung. Sebuah rute penerbangan baru dijadwalkan dibuka untuk menjembatani wisatawan Singapura menuju ke destinasi wisata eksotis di sisi selatan Sumatera. Kabar ini menandai keyakinan dan daya tarik wisata Belitung yang berkelas dunia. Kehadiran wisatawan asing ini tentu akan memberikan daya dorong bagi perekonomian lokal yang perlu disambut dengan baik. Karenanya, sistem pembayaran lintas negara yang aman dan andal menjadi penting untuk menjamin daya dorong perekonomian bisa tercipta dengan optimal.
Kehadiran QRIS Cross Border menjadi game changer bagi transaksi lintas negara. Sejak tahun 2023, Indonesia dan Singapura menjalin kerja sama bilateral untuk dapat saling menerima transaksi menggunakan QR Code terstandar dari wisatawan asal masing-masing negara. Sederhananya, turis asal Singapura yang berkunjung ke Indonesia bisa langsung melakukan pembayaran QRIS menggunakan aplikasi keuangan yang dimilikinya tanpa harus melakukan registrasi ke aplikasi keuangan Indonesia. Hal ini kemudian membentuk perilaku turis yang tidak lagi perlu menukarkan uang ke money changer atau melulu menggunakan kartu kreditnya, melainkan bisa transaksi seketika lewat gawai yang dibawanya.
Bagi turis asal Singapura, kemudahan adalah segalanya. Bayangkan mereka mendarat di Tanjung Pandan, lalu menuju Pantai Tanjung Tinggi untuk menikmati matahari terbenam. Saat ingin memesan air kelapa atau membeli kerajinan tangan lokal, mereka tidak perlu lagi sibuk mencari money changer atau khawatir ada pedagang yang tidak menerima pembayaran kartu. Cukup dengan memastikan mereka memiliki sinyal internet, mereka bisa langsung buka aplikasi pembayaran dan scan QRIS yang ada di kios-kios pinggir pantai itu.
Inklusivitas memang menjadi keunggulan QRIS Cross Border. QRIS bisa dimiliki siapa saja, mulai dari pedagang rokok di pelosok sampai toko ritel raksasa di mall Jakarta, semuanya bisa punya QRIS. Inilah yang digadang-gadang menjadi solusi bagi para wisatawan. Kita tentu tahu tidak ada mall di pinggiran pantai Belitung, melainkan jajaran UMKM dengan produk-produk terbaiknya yang menjadi representasi kearifan budaya lokal. Karenanya, memiliki QRIS sebagai kanal pembayaran menjadi hal yang wajib dan kelak akan menjadi pintu gerbang transaksi lintas negara bagi para UMKM.
Aspek digitalisasi yang mudah didapat dan kapabilitasnya menembus batas-batas lintas negara menjadikan QRIS sebagai “makcomblang” antara daya tarik wisata daerah dengan lalu lintas devisa seketika. Belitung menawarkan keindahan alam yang sangat "high touch" (sentuhan personal dan alami), namun dikelola dengan manajemen yang "high tech". Data transaksi digital yang terekam lewat QRIS nantinya akan menjadi modal berharga bagi kita untuk memahami perilaku belanja wisman, sehingga kebijakan pariwisata ke depan bisa lebih tepat sasaran.
Pendaratan dari Changi ke TJQ hanyalah awal. Dengan QRIS di tangan para turis dan di meja-meja pedagang di pantai eksotis kita, Belitung sedang membuktikan bahwa jarak antarnegara kini hanya sejauh satu pindaian kode QR.
BACA JUGA:PPPK, UU HKPD, dan Kepanikan yang Terlambat
BACA JUGA:Ketika Ramadan Menghidupkan Ekonomi Rakyat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
