Gandeng Green Soil, Kompos Buatan Lapas Pangkalpinang Siap Bersaing di Pasar

Gandeng Green Soil, Kompos Buatan Lapas Pangkalpinang Siap Bersaing di Pasar

--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus berinovasi dalam program pembinaan kemandirian yang produktif bagi warga binaan

Kali ini, institusi tersebut menjalin kerja sama strategis dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Green Soil Bangka Tengah untuk memproduksi kompos dan pembenah tanah yang siap bersaing di pasar.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut dilaksanakan pada Jumat (17/4/2026) dan disaksikan langsung oleh berbagai pihak terkait.

Kepala Lapas (Kalapas) Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata dalam memperkuat pembinaan berbasis ekonomi dan lingkungan.

 BACA JUGA:UBB Gelar Wisuda XXXVI, 346 Lulusan dari 6 Fakultas Siap Mengabdi

Uniknya, bahan dasar yang digunakan memanfaatkan limbah non-B3 berupa fly ash dari sisa pembakaran batu bara hasil kerja sama dengan PLTU 3 Bangka.

Limbah tersebut kemudian diolah menjadi produk yang bernilai guna tinggi.

“PKS ini merupakan komitmen nyata kami untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan.

Sehingga hasil pembinaan mampu menghasilkan produk bernilai jual dan siap bersaing di pasar,” ujar Sugeng.

Ia menjelaskan, melalui sinergi dengan Green Soil, para warga binaan akan dibekali ilmu menyeluruh, mulai dari teknik pengolahan bahan, proses produksi, hingga strategi pemasaran produk.

BACA JUGA:Dinyatakan P21, Kasus Tambang Pondi Dilimpahkan ke Jaksa

Sementara itu, Ketua UMKM Green Soil Bangka Tengah, Junaidi, menyambut baik kolaborasi ini.

Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan optimistis kualitas produk yang dihasilkan nantinya akan sangat baik.

“Kami optimistis produk kompos dan pembenah tanah hasil pembinaan ini memiliki kualitas yang mumpuni dan mampu menembus pasar masyarakat Kepulauan Bangka Belitung hingga luar daerah,” harap Junaidi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: