Wujud Solidaritas Atas Pengeroyokan Wartawan, Belasan Jurnalis Gelar Saur di Polda Babel

Wujud Solidaritas Atas Pengeroyokan Wartawan, Belasan Jurnalis Gelar Saur di  Polda Babel

Wartawan sahur bareng di Polda Babel. --Foto Reza

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Sebagai wujud solidaritas atas peristiwa pengeroyokan terhadap 3 wartawan di PT PMM saat liputan, belasan jurnalis menggelar saur bareng di teras Ditreskrimum, Polda Bangka Belitung (Babel), Minggu (8/3).

Gelaran saur bareng itu sekaligus menunggu pemeriksaan atas 2 orang -dari 3- wartawan korban oleh penyidik. "Kita rela saur bareng dengan kondisi apa adanya malam ini. Kita sama-sama merasakan sedih dan kecewa di era demokrasi dan keterbukaan sekarang ini masih saja terjadi kekerasan terhadap pers. Seharusnya kekerasan itu tidak lagi boleh terjadi karena pers memiliki aturan main seperti yang diatur dalam konstitusi," kata salah satu wartawan Antoni. 

Pers akan terus mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas. "Bukti kita mengawal sejak teraweh hingga jelang subuh kita terus berada di Mapolda. Kita kawal pelaporan, hingga rekan-rekan korban selesai memberikan keterangan di penyidik," ucapnya.

Mereka juga mendesak Kepolisian agar secepatnya ada penetapan tersangka atas kasus ini. "Dengan adanya penetapan tersangka akan menjadi obat jera. Sekaligus menjadi pembelajaran ke depan. Bahwa pers itu dilindungi oleh undang-undang dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya di lapangan," harapnya.

BACA JUGA:Liputan Pengeroyokan Satgas di PT PMM, 3 Wartawan Malah Kena Keroyok

BACA JUGA:Tipikor Tanam Pisang Tumbuh Sawit, H Marwan Dieksekusi Usai Salat Jumat

Sebelumnya terjadi kekerasan terhadap wartawan yang menimpa 3 reporter, Frendy Primadana (TV One) dan 2 wartawan online Dedi Wahyudi dan Wahyu Kurniawan. Kejadian pengeroyokan berlangsung di gerbang PT PMM pada Sabtu sore (7/3) sekitar pukul 16 WIB. 

Kehadiran 3 wartawan ke PT PMM tersebut guna meliput adanya kabar pengepungan dan pemukulan oleh warga  -di sekitar PT PMM- terhadap intel satgas Trisakti. Namun bukannya konfirmasi dan klarifikasi yang diperoleh wartawan melainkan pengeroyokan. 

Dikatakan Primadana kehadiran mereka diawali dengan baik dengan menyodorkan identitas berupa kartu pers kepada petugas keamanan PT PMM.

Namun tak disangka, kekerasan muncul dari seorang sopir truk M yang tidak terima diambil gambar oleh wartawan. Dari situlah kemudian terjadi cekcok sehingga berujung pengeroyokan serta pemukulan. 

Dana, wartawan yang mengalami pemukulan dipukul di kepala, wajah, hidung dan mata. Akibatnya darah mengucur deras dari hidung. 

"Kalau saya dipukul di fisik. Tiga kali tonjokan.Tonjokan di muka sebelah kiri. Pipi sebelah kanan, dan  kepala," kata Dana.

Sementara Dedi mengalami pemukulan serupa. Dipukul di kepala, geraham hingga telinga. 

Tidak cukup penganiayaan fisik, menurut Dana hp mereka juga sempat dirampas. Lalu dipaksa menghapus segala dokumentasi peliputan saat itu. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait